Seha menidurkan Mansur, biawak yang diakui sebagai anaknya
Seha menidurkan Mansur, biawak yang diakui sebagai anaknya

MATAHARI belum terlalu terik. Saat Sehanorma membangunkan Mansur untuk dimandikan. Mengenakan daster hijau bermotif bunga dengan rambut diikat rapi, perempuan berkulit sawo matang itu, telaten membersihkan setiap lekuk tubuh Mansur. Tak ada sejengkal pun yang tertinggal.

LAPORAN : Chaliq Mughni, Palopo

SEHANORMA adalah seorang ibu yang mengaku melahirkan seekor Biawak. Reptil tersebut ia beri nama Mansur. Panjangnya kurang lebih satu meter. Ibu dua anak ini pun memperlakukan Mansur layaknya seorang bayi. Setiap hari dia mengurusnya dengan penuh kasih sayang. Memandikan, menidurkan, menyuapi, mengajaknya bermain seolah menjadi rutinitas wajibnya tiap hari.

BACA JUGA : Walikota Harus Pahami Area Rawan Korupsi

“Saya selalu membawa Mansur kemana saya pergi. Dia pun tidak pernah rewel apalagi menganggu orang lain,” ungkapnya sembari menidurkan Biawak itu dengan penuh kasih sayang, Rabu (19/7) pagi. Kepada wartawan koran ini, warga Kelurahan To Bulung, Kecamatan Bara itu kemudian menceritakan suka dukanya merawat dan membesarkan Mansur.

Sekira 28 tahun yang lalu tepatnya 22 November 1989 lalu di sebuah rumah di Jalan Salotellue Kota Palopo, Seha melahirkan Mansur. Wanita paruh baya itu ditemani seorang dukun beranak untuk membantu persalinannya. Betapa terkejutnya Seha saat mengetahui yang dia lahirkan adalah seekor Biawak. Rasa tidak percaya pun pernah hinggap dalam benaknya.

BACA JUGA : Lagi, KPK Tetapkan Politisi asal Toraja Tersangka

Tapi perasaan itu dia kubur dalam-dalam dan memilih membesarkan Mansur layaknya membesarkan manusia. “Mansur punya kembaran manusia. Mansur yang lahir duluan, baru adiknya, Masrianti namanya.” kata Seha. Kuning merupakan warna kesukaan Mansur. Barang-barang miliknya semua berwarna kuning. Sampai-sampai makanan kesukaannya ialah kuning telur.

Seha pun tidak mengetahui mengapa anaknya begitu menyukai warna kuning. “Makanan dan minumannya yang tidak kena dengan api atau tidak dimasak. Cara makannya juga harus disuapi seperti bayi,” akunya.

Kehadiran Mansur diterima dengan baik oleh warga di lingkungan tempatnya tinggal. Tak jarang anak-anak sekitar mengajaknya bermain tanpa takut sedikitpun. Bahkan Mansur dipercaya dapat menyembuhkan beberapa penyakit. Cukup dengan menjilati daerah yang sakit pada pasiennya.




BACA JUGA :VIDEO : Wanita di Palopo yang Mengaku Melahirkan Biawak

“Kalau pasiennya yakin dan percaya dengan Mansur, Insha Allah bisa sembuh. Sudah banyak orang yang datang kesini untuk diobati,” ungkapnya. Seha berharap orang-orang yang tidak percaya padanya tidak menjadikan Mansur sebagai bahan olok-olokannya. Sebab hal itu dapat membuat Biawak tersebut menjadi sedih dan enggan untuk meninggalkan kamar. “Dia tahu kalau ada orang yang berniat buruk padanya. Dia pasti sembunyi dan tidak mau keluar kamar,” katanya. Seha adalah ibu rumah tangga biasa. Suaminya, setiap hari menjual kue-kue di depan rumahnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eight + eleven =