Film 'Maipa Deapati dan Datu Museng'
Film 'Maipa Deapati dan Datu Museng'

KORANSERUYA.COM–Sutradara Film ‘Maipa Deapati dan Datu Museng’, Syahrir Arsyad Dini, menyebutkan, film besutannya tersebut kisahnya lebih tragis dari Romeo Juliet. Alasannya, film ini menceritakan kisah cinta dua orang kekasih yang menjadi legenda dari Kerajaan Gowa, Sulsel.

Menurut Rere, begitu sang sutradara akrab disapa, kisah cinta Maipa Deapati dan Datu Museng ini berakhir tragis. “Bahkan, endingnya lebih tragis dari kisah cinta Romeo dan Juliet yang sudah melegenda di dunia,” kata Rere saat menggelar jumpa pers dan Launching Ofice Trailer Film Datu Museng dan Maipa Deapati, di Mall Phinisi Point, beberapa waktu lalu.

Klaim Rere memang cukup beralasan, jika membaca sinopsis film yang dibintangi aktor Bollywood, Shaheer Sheikh. Kisah percintaan legendaris ini juga begitu terkenal di Sulsel, terutama di Makassar dan Gowa. Tak mengherankan memang, jika kisah cinta Maipa Deapati dan Datu Museng lebih tragis dari kisah percintaan abadi Romeo & Juliet.

(BACA JUGA): Film “Maipa Deapati dan Datu Museng” Paling Dinantikan Warga Sulsel, Tayang 11 Januari

Kisahnya begini. Shaheer yang memerankan Datu’ Museng bertemu dengan Maipa Deapati di Pondok Pengajian Mampewa. Akhirnya tumbuh benih cinta dihati Datu’ Museng sejak pertama kali melihat sosok Maipa Deapati yang anggun dan mempesona.

Sayangnya, cinta dari Datu’ Museng kepada Maipa Deapati menjadi sebuah cinta yang terlarang karena Maipa Deapati telah ditunangkan dengan seorang pangeran Kesultanan Sumbawa bernama Pangeran Mangalasa.

Setelah kakek Datu’ Museng mengetahui bahwa cucunya mencintai Maipa Deapati, alangkah terkejutnya sang kakek. Sang kakek dari Datu’ Museng merasa malu karena merasa bahwa mereka hanyalah sebongkah emas yang telah terkotori oleh lumpur, sedangkan Maipa Deapati adalah Putri Kerajaan Sumbawa.

Datu’ Museng mengetahui bahwa cintanya kepada Maipa Deapati terhalang oleh tembok yang kokoh, maka atas anjuran sang kakek, berangkatlah Datu’ Museng ke tanah Mekkah untuk berguru. Disanalah ia mendapatkan ilmu ‘Bunga Ejana Madina’. Kepergian Datu’ Museng ke tanah Mekkah ternyata semakin membuat ikatan hati antara keduanya semakin kuat.

Selepas mendapatkan ilmu di tanah rantau Mekkah, Datu’ Museng lalu pulang kembali ke Sumbawa dengan membawa rindu yang sangat besar kepada Maipa Deapati. Sesampainya di Sumbawa ternyata sang kekasih yang dirindukan jatuh sakit, maka Datu Museng pun menolong Maipa Deapati dengan ilmu yang didapatkannya dari tanah Mekkah.

Mendengar kabar bahwa Maipa Deapati mencintai Datu’ Museng, membuat perasaan cemburu di hati Pangeran Mangalasa, Pangeran Mangalasa lantas bersekutu dengan Belanda dengan tujuan untuk membunuh Datu’ Museng. Tetapi Datu’ Museng yang teramat sakti itu tak dapat dikalahkan oleh Pangeran Mangalasa maupun oleh Belanda.

Akhirnya Datu’ Museng mendapat restu dari Sultan Sumbawa, merekapun lantas dinikahkan dan Datu’ Museng diberikan pangkat sebagai Panglima perang. Belum beberapa lama menikah, berhembus kabar bahwa di Makassar tengah bergejolak, masyarakat mulai menentang Belanda di di tanah Makassar.

Cobaan akan cinta merekapun terus berlanjut saat mengetahui bahwa Kapter Belanda juga mencintai Maipa Deapati dan mencoba merebutnya dari tangan Datu Museng dengan berbagai cara.

Penasaran khan? Sabar ya. Untuk mengetahui kelanjutan dari kisah cinta ‘Maipa Deapati & Datu Museng’ bisa Anda saksikan sendiri di bioskop mulai tanggal 11 Januari 2018 mendatang.

Khusus warga Luwu Raya mulai Kota Palopo, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, termasuk Tana Toraja dan Toraja Utara, catat tanggalnya, silakan nonton di Bioskop Platinum Cineplex di City Market Palopo. (tari)