Alm Hilal Nurdin bersama Alm istrinya, Aliana Sukmasari semasa hidupnya. (ft/ist)
Alm Hilal Nurdin bersama Alm istrinya, Aliana Sukmasari semasa hidupnya. (ft/ist)
Topik Populer
#Gempa Palu

KISAH cinta sehidup semati ternyata tidak hanya dalam film dan novel saja. Kisah cinta sehidup semati juga ternyata dialami pasangan suami istri Hilal dan Sukmasari. Hilal adalah pelaut asal Palopo yang beralamat di Jalan We Cudai, Kelurahan Dangerakko, Kecamatan Wara, Kota Palopo.

Hilal meninggal dunia pada hari Minggu lalu, tanggal 14 Januari 2018, sekira pukul 15:00 Wita. Sedangkan istrinya, Aliana Sukmasari meninggal dunia sekitar pukul 23:30 Wita, Jumat (19/1/2018) malam lalu, di kediamannya di Perumnas Antang, Kota Makassar.

Jenazah Aliana Sukmasari telah dimakamkan di samping makam suaminya, di Pekuburan Nipa-Nipa Antang, Makassar, Sabtu (19/1/2018) siang tadi. Jenazah suaminya sendiri dimakamkan lima hari lalu, setelah jenazahnya dibawah dari Banjarmasin.

Sawal Nurdin, adik Hilal Nurdin, sangat berduka akibat meninggalnya sang kakak dan kakak iparnya. Dalam akun facebooknya, mantan Anggota KPU Palopo ini menuliskan ungkapan kesedihannya.

“Innalillahi wainailaihi rojiā€™un. Kami turut merasakan rasa sedih yang mendalam dan kami berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya saudari ipar kami yang bernama Aliana Sukmasari istri dari Almarhum Hilal Hilal Tuo, ini takdir kalian berdua di pertemukan sehidup semati atas nama cinta, semoga semua amal ibadahnya diterima oleh sangkuasa serta dijadikanlah dia sebagai penghuni surga. Insyah Allah kalian berdua akan di pertemukan di surga kelak… Amin.”

 Jenazah Aliana Sukmasari telah dimakamkan di samping makam suaminya, di Pekuburan Nipa-Nipa Antang, Makassar

Jenazah Aliana Sukmasari telah dimakamkan di samping makam suaminya, di Pekuburan Nipa-Nipa Antang, Makassar

Menurut Sawal Nurdin kepada KORAN SeruYA, Hilal dan Sukmasari meninggal dunia anak yang masih kecil. “Kematian menjadi rahasia Ilahi. Dalam musibah ini, kematian kakak saya dan istrinya juga menjadi rahasia Ilahi sebagai hikmah yang kami petik. Mereka sepasang suami istri yang sehidup semati,” kata Sawal.

Sawal mengisahkan, lima hari lalu, Senin (14/1/2018) sore, sekitar pukul 15:00 Wita, kakaknya ditemukan meninggal dunia dalam kamarnya, di atas kapal di perairan Banjarmasin. Kapal yang diawaki Almarhum Hilal sebagai kapten di kapal itu tengah bersandar karena menunggu loading batubara.

Menurut Sawal, kakaknya meninggal dunia diduga karena serangan jantung. Selama ini, Almarhum Hilal sering mengeluh kolesterolnya tinggi dan sering mengalami tekanan darah tinggi akibat kolesterolnya tinggi.

Saat malam terakhir sebelum menghembuskan nafas, Almarhum Hilal menonton sepakbola sampai dini hari bersama rekan-rekannya di atas kapal. Usai menonton sepakbola, dia pamit kepada rekan-rekannya diatas kapal. Almarhum yang berpangkat kapten diatas kapal tersebut berpesan kepada anak buahnya agar tidak diganggu selama tidur karena dia butuh istirahat akibat begadang nonton sepakbola.

Menurut Sawal, pesan kakaknya diindahkan teman-temannya diatas kapal. Saat jam makan siang, pukul 12:00 Wita, tidak ada yang membangunkannya.
Namun, sampai pukul 15:00 Wita, Almarhum Hilal juga belum bangun dan keluar dari kamarnya. Akhirnya, rekan-rekannya diatas kapal berinisiatif membangunkan Hilal. Nah, saat pintu kamarnya diketuk, tidak ada jawaban dari dalam kamarnya. Akhirnya, ABK kapal kemudian memasuki kamarnya, dan saat itulah Hilal ditemukan telah meninggal dunia.

Kabar kematian Hilal sampai ke keluarganya di Kota Palopo, termasuk istrinya di Makassar. Istri Almarhum Hilal, Sukmasari sangat syock dan terpukul mengetahui suaminya meninggal dunia secara tiba-tiba saat tengah berlayar. Sejak saat itulah kondisi kesehatan ibu dua anak ini menurun hingga akhirnya meninggal dunia menyusul sang suami tercinta.

“Jenazah kakak saya dan istrinya dimakamkan berdampingan di Pemakaman Nipa-Nipa Antang. Kami hanya bisa mendoakan agar amal ibadah mereka diterima disisi Allah SWT. Keluarga sangat tabah menerima cobaan ini,” ujar Sawal. (tari)