kegiatan Pembinaan Antisipasi Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal Korem 141/Toddopuli

KORANSERUYA.COM–Sebanyak 150 orang personel Korem 141/Tp, Balakrem, Yonif 726/Tml, Pns, FKPPI dan PPM Kabupaten Bone mengikuti kegiatan Pembinaan Antisipasi Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal Korem 141/Toddopuli Tahun 2017 bertempat di Aula Sudirman Korem 141/Tp Jl. Jenderal Sudirman Watampone yang dibuka langsung oleh Kasrem 141/Tp Letkol Inf Sapta Budhy Purnama, Selasa, 28 November 2017 Pukul 07.30 Wita.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian pimpinan untuk meningkatkan kemampuan aparat kewilayahan dalam mendukung pembinaan teritorial, sebagai fungsi utama TNI AD. Kita menyadari bahwa dalam masyarakat kita saat ini tengah berlangsung proses perubahan dan perkembangan yang bersifat multi dimensional, baik sebagai akibat dari dampak pembangunan nasional yang semakin dinamis maupun karena pengaruh globalisasi yang demikian cepat dan beragam,” kata Sapta Budhy.

Lanjut dia dengan menyadari akan menguatnya pengaruh globalisasi terhadap proses pembangunan nasional, setidaknya akan menimbulkan dua tantangan besar yaitu Pertama, Tantangan yang bersifat eksternal, berupa menguatnya penetrasi dari luar negeri terhadap sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, baik dalam bidang politik, ekonomi maupun sosial budaya bahkan juga terasa di bidang agama.

Sebagai akibat globalisasi, bangsa ini terbuka terhadap pengaruh luar negeri. Pengaruh dan dominasi negara-negara maju akan terus berlangsung dalam bentuk tekanan ekonomi dan politik dengan menggunakan dalih hak asasi manusia, demokratisasi dan lingkungan hidup, serta pengaruh nilai-nilai budaya diantaranya, cara pandang maupun pemahaman terhadap ajaran-ajaran agama.

Menyikapi berbagai kecenderungan dan kemungkinan ancaman yang akan datang, maka segenap komponen bangsa yang hadir saat ini dituntut untuk mampu memainkan peran sebagai komunikator pembangunan, dalam arti menyampaikan pesan – pesan pembangunan kepada umat, kepada publik dan kepada masyarakat. Jika hal ini mampu dilaksanakan, tentu sangat memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan pembangunan nasional.

“Kegiatan ini bertujuan agar para prajurit dan komponen pendukung ( FKPPI dan PPM ) dapat mengingat kembali tentang bahaya laten Komunis, dengan kemajuan sekarang ada kemungkinan munculnya kembali gerakan yang bertujuan sama yakni tidakmengakui tentang pancasila, sementara yang membawakan materi Antisipasi Bahaya Laten Komunis dan Faham Radikal oleh Pasi Wanwil Korem 141/Tp Mayor Inf Simon Martes,” ujar Mayor Mansur Kole, Kapenrem 141/Tp.(abdulwarishasrat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

7 + 19 =