PALOPO–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palopo dikabarkan telah menggelar pleno di Makassar, Senin (23/4/2018), sekitar pukul 11:00 Wita, siang tadi. Pleno tersebut dalam rangka memutuskan apakah menolak atau menerima rekomendasi Panwaslu terkait pelanggaran yang dilakukan oleh calon walikota incumbent, Judas Amir.

Hanya saja, sampai sore ini, belum ada keterangan resmi dari pihak KPU. Termasuk Ketua KPU Palopo, Haedar Djidar yang hendak dikonfirmasi via ponselnya, tidak memberikan jawaban. Ponselnya dalam kondisi aktif.

Namun, press rilis terkait hasil pleno KPU Palopo menyebar di sejumlah grup Whatsapp dan facebook. Press rilis tersebut ditandatangani oleh Ketua KPU Palopo, Haedar Djidar.

Dalam rilis tersebut, pada poin ke 8 disebutkan ‘Bahwa berdasarkan langkah yang telah ditempuh oleh KPU Kota Palopo disimpulkan bahwa tidak terdapat cukup alasan untuk melaksanakan rekomendasi Panwaslu Palopo Nomor : 0361/SN-23/PM,00,02/IV/2018 tanggal 17 April 2018, yakni membatalkan Drs HM Judas Amir sebagai calon walikota Palopo’.

Informasi dihimpun KORAN SeruYA, KPU Palopo memang telah mengadakan rapat pleno di KPU Sulsel, siang tadi. Hasilnya, menurut sumber terpercaya media ini di KPU Sulsel, KPU Palopo menolak rekomendasi Panwaslu Kota Palopo.

Dengan keputusan pleno tersebut, maka pasangan HM Judas Amir dan Rahmat Masri Bandaso (JUARA) tidak jadi diskualifikasi dari pencalonan sebagai pasangan calon oleh KPU Palopo. Dengan begitu, Pilkada Palopo tetap akan berlangsung head to head antara pasangan nomor urut 1, JUARA, dan pasangan nomor urut 2, Akhmad Syarifuddin Daud dan Budi Sada.

Sementara itu, Kuasa Hukum Pasangan HM Judas Amir -Rahmat Masri Bandaso (JUARA) yang dihubungi mengaku belum mendapat kabar terkait putusan KPU Palopo. ” Tapi kalau memang demikian adanya Alhamdulillah. Yang pasti bahwa pelanggaran yang dituduhkan ke HM Judas Amir itu tidak benar. Dirjen Otoda juga sudah menyatakan tidak ada pelanggaran,” katanya. (adn)