LUTIM – Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, memimpin pelepasan jenazah Syafuro Nurul Hikmah (6), Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum Parumpanai Kecamatan Wasuponda yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan di areal Kebun Kelapa Sawit Desa Parumpanai, Rabu (31/10/2018).

Dalam sambutannya, Husler menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban. Menurutnya, kejadian ini cukup terjadi sekali saja dan tidak lagi terulang. Apalagi warga di Desa ini hampir semuanya saling kenal satu sama lainnya.

“Saya minta warga awasi anak-anak kita. Kejadian ini tidak boleh lagi terjadi. Mari kita semua tingkatkan pengawasan kita agar kejadian serupa tidak lagi terjadi,” kata Husler saat melayat di rumah duka, Dusun Lahumpangi Barat, Desa Parumpanai.

Orang nomor satu di Luwu Timur ini juga meminta kepada seluruh warga agar tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan aksi balasan yang dapat mengancam kedamaian dan perpecahan. Menurutnya, kasus ini sudah ditangani pihak yang berwajib dan pelaku pasti akan menerima hukuman sesuai dengan perbuatan yang dilakukannya.

“Mari sama-sama kita jaga kedamaian. Serahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak Kepolisian. Yakin dan percaya, pelaku akan mendapat hukuman sesuai perbuatannya,” pinta Husler.

Dalam lawatan itu, Bupati didampingi Istri, Hj. Puspawati Husler, Ketua DPRD, H. Amran Syam, Anggota DPRD, Munir Razak dan Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial dan P3A, Syawalong.

Korban sendiri adalah anak Kepala Dusun Lahumpangi Barat, Hasnawir, sementara pelaku merupakan warga Dusun Birono Jaya Desa Parumpanai Kecamatan Wasuponda yang berinisial JS (25).

Kades Parumpanai, Judel saat dikonfirmasi mengatakan, pelaku memang sudah cukup meresahkan warga. Aksi yang dilakukan ini sudah yang ketiga kalinya terjadi. Namun dari dua kejadian sebelumnya, pelaku hanya sebatas mengganggu saja tidak bertindak sejauh ini yang sampai menghilangkan nyawa.

“Kami bersyukur pelaku sudah di amankan pihak Kepolisian dan sekarang sudah berada di sel Polres Luwu Timur,” katanya.

Usai dilepas Bupati Luwu Timur, korban lalu di sholatkan di Masjid dan kemudian dimakamkan di kawasan pemakaman umum warga di Desa Parumpanai Kecamatan Wasuponda. (hms/ikp/kominfo)