ilustasi

Koranseruya.com. Dua Oknum anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Palopo, yang belum diketahui identitasnya, mengintimidasi wartawan Tribun Timur, Hamdan Soeharto, saat meliput kejadian bentrok antar pelajar di Jalan Imam Bonjol Palopo, Sulawesi Selatan, petang tadi.

Hamdan yang tiba di lokasi langsung mengambil gambar. Posisinya, berada di belakang mobil Polantas yang sedang menjaga di lokasi. Tiba-tiba dua oknum Polantas tersebut lalu mengejar Hamdan dan memaksa untuk menghapus gambar yang diambil oleh wartawan.

” Hapus, hapus itu foto. Kau enak-enak datang ambil gambar baru tidak ijin-ijin dulu sama saya,” hardik oknum Polantas tersebut. Mendengar hal tersebut Hamdan kemudian memperkenalkan dirinya sebagai wartawan yang sedang melakukan liputan.

“Ini foto kejadian pak jadi nda masalah untuk diliput,” kata Hamdan. Oknum polantas tersebut tak menggubris penjelasan Hamdan dan tetap memaksa untuk menghapus foto tersebut. “Pokoknya hapus, kau enak-enak ambil gambar baru kita tadi disini sudah amankan,” tegas oknum itu.

Hamdan terpaksa menghapus foto-fotonya. Setelah memastikan foto tersebut terhapus, kedua oknum Polantas tersebut meninggalkan wartawan Tribun. Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono, meminta maaf atas perlakuan anggotanya.

Wartawan TV One yang bertugas di Luwu Raya, Haswadi, mengaku tidak terima dengan perlakuan oknum anggota Polantas tersebut. Dia mengatakan dalam menjalankan tugasnya wartawan dilindungi oleh UU No 40 tahun 1999. ” Kami akan melakukan aksi terkait masalah ini,” tegas Haswadi. (liq)