Topik Populer
#Gempa Palu

PALOPO – – Keputusan KPU Palopo yang meloloskan caleg partai Golkar dan Hanura, kini berpolemik.

12 perwakilan parpol minus PSI, menggelar pertemuan di Jalan Benteng Raya, Palopo, Sabtu (29/9) malam. Kedua belas partai tersebut ialah PKB, Gerindra, PDI-P, Nasdem, Berkarya, PKS, Perindo, PPP, PAN, Demokrat, PBB, PKPI.

Dalam pertemuan tersebut, mereka sepakat untuk tidak ikut dalam peserta pemilu 2019 di Kota Palopo jika Golkar dan Hanura diloloskan sebaga peserta.

“Kami sudah sepakat untuk mundur jadi peserta pemilu jika Golkar dan Hanura tidak didiskualifikasi,” ujar Ketua Partai Berkarya, Andi Cincing Makkasau.

Selain itu, parpol tersebut akan mengguggat keputusan KPU yang meloloskan Golkar dan Hanura sebagai peserta pemilu. “Kami juga akan melaporkan KPU Palopo ke DKPP atas hasil tersebut,” tegasnya. DKPP adalah Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Sebelumnya, KPU menyatakan membatalkan caleg Golkar dan Hanura Palopo untuk ikut pemilu 2019. Musababnya, kedua partai ini telat menyetor Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) dari jadwal yang ditentukan.

Sesuai UU dan PKPU, partai yang tak memasukkan LADK, calegnya dibatalkan keikutsertaannya pada pemilu alias diskualifikasi.

Hanya saja, pada mediasi yang digelar di Bawaslu Palopo, Jumat kemarin diputuskan untuk menerima LADK kedua partai tersebut. Dengan demikian, calegnya bisa ikut pemilu mendatang.

Ketua Bawaslu Palopo, Asbudi menyebut pihaknya hanya memfasilitasi antara kedua partai dengan KPU Palopo melalui mediasi. ” Tapi, keputusan akhirnya tetap di KPU apakah menerima atau menolak,” tegasnya. (liq)