Topik Populer
#Gempa Palu

LUTRA – Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diperingati setiap 16 September menandakan bahwa pangan menjadi hal paling urgen untuk mendapatkan perhatian khusus. Untuk itu, dunia memperingati hari pangan sebagai wadah penumpahan ide dan gagasan bagi ketahanan pangan dunia, karena hal mendasar yang sering menjadi tema diskusi HPS adalah ketahanan pangan, mengingat ketahanan pangan berbicara tentang bagaimana mendapatkan makanan dan ketersediaannya.

Upacara puncak HPS ke-38 akan dilaksanakan di Kalimantan Selatan pada 18 – 20 Oktober 2018. Namun, Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara juga akan menggelar HPS di tingkat kabupaten pada 12 – 13 Oktober 2018. Ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan di SulSel, bahkan di Indonesia. Demikian diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan (DKP), Armiady, beberapa waktu lalu, di Masamba.

“Untuk pertama kalinya di Sulsel kita sambut HPS ini. Olehnya itu, mari kita berbagi peran dan bersinergi menyukseskan peringatan World Food Day atau Hari Pangan Sedunia di Kabupaten Luwu Utara,” ajak Armiady.

Tema yang diangkat pada HPS kali ini, Mari Berbagi Peran dan Bersinergi Membangun Ketahanan Pangan Daerah dan Nasional. “Terima kasih kepada pihak-pihak terkait atas kesediaannya berpartisipasi lewat sumbangsih dana, tenaga, pikiran dan waktu demi suksesnya acara kita ini,” tutur Armiady.

HPS ke-38 Tingkat Kabupaten yang dilaksanakan di Lapangan Tenis Kompleks Rumah Jabatan Bupati Luwu Utara rencananya akan dibuka Bupati Indah Putri Indriani.

Beberapa agenda kegiatan yang dilakukan diantaranya Diskusi Publik dengan Keynote Speakers Bupati Luwu Utara, Pameran Potensi Pangan Luwu Utara, serta Pemberian Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara kepada pribadi/kelompok/lembaga yang berkontribusi luar biasa dalam upaya pembangunan di Bidang Ketahanan Pangan.

Dalam Diskusi Publik nanti, selain Bupati Luwu Utara, turut hadir sebagai narasumber Said Abdullah dari NGO KRKP Jakarta, Siswa (NGO Katalis Sulsel), dan Sarwono (Advansia).

“Peringatan HPS Tingkat Kabupaten diinisiasi oleh Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Utara dengan mengajak PERHIPTANI Luwu Utara dan NGO/Katalis sebagai event organizer (EO). Ini bagian dari upaya kita membangun solidaritas korps Penyuluh Pertanian dengan mengajak PERHIPTANI juga,” jelas salah seorang Panitia HPS, Rustam Taslim. (hms/lh/liq)