SL saat diamankan polisi di Tarakan. (ft/int)
SL saat diamankan polisi di Tarakan. (ft/int)
Topik Populer
#Gempa Palu

 

KORANSERUYA.COM–Sungguh sadis dan kecam tindakan ibu muda ini. SL, 24 tahun, tega membunuh dan menyimpan jasad buah hati yang baru dilahirkannya ke dalam freezer hingga membeku. Istri siri bos cucian mobil di Tarakan ini nekat berbuat keji lantaran tak ingin beban hidupnya bertambah berat, dengan lahirnya anak kedua.

Kasus yang menggemparkan warga Jalan Pulau Bunyu, Kelurahan Kampung I, kota Tarakan, Kalimantan Utara tersebut bermula saat salah satu karyawan cucian mobil hendak memasak, menemukan jasad bayi yang sudah membeku di dalam freezer.

“Begitu membuka freezer, membuka bungkusan plastik hitam, berisi jasad bayi,” kata Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Choirul Jusuf kepada wartawan di Tarakan, Sabtu 5 Agustus 2017.

Saat ditemukan, tali pusar masih menyambung di bayi berjenis kelamin perempuan itu. Sementara posisi kaki terlipat ke atas. Bayi malang diperkirakan berusia dua pekan.

Kemudian karyawan melapor ke Polres Tarakan. Setelah dilakukan pengembangan, polisi akhirnya menangkap SL di tempat cucian mobil.

Saat diinterogasi petugas, SL awalnya menyangkal semua perbuatannya. Namun akhirnya wanita berparas cantik tersebut mengakui. Hasil pemeriksaan awal, SL tega membunuh bayinya karena tidak ingin anak keduanya lahir membuat beban hidup sebagai istri siri bertambah.

(BACA JUGA): “Setelah Kau Ambil Perawanku, Kau…”




“Motifnya, dia alasan dengan pemilik rumah pencucian mobil itu adalah nikah siri. Setelah sempat lahir anak pertama, alasannya dia tidak bisa ngurus anak pertama itu, karena memang tidak tinggal dengan suaminya. Dia mengurus sendiri anak pertamanya di rumah, bukan di pencucian mobil itu,” ungkap Choirul.

Dia tak ingin anak kedua yang lahir ini juga terlantar. Terlebih anak pertamanya hingga kini belum memiliki akta kelahiran.

(BACA JUGA): Pemkab Lutim Matangkan Persiapan Verifikasi Kabupaten Sehat

Saat proses persalinan anak keduanya tersebut, SL melakukan sendirian. Dia melahirkan dalam bak di kamar mandi. Sang suami bahkan tidak mengetahui.

“Usai melahirkan bayinya dalam kamar mandi, dia kemudian mencari gunting. Tidak lama kemudian, dia nekat memotong sendiri tali pusar anaknya,” cerita Choirul.

Nyaris tidak ada yang mendengar suara tangisan sang bayi saat itu, hingga akhirnya bayi tak berdosa itu meregang nyawa.

Ditanya lebih jauh, bagaimana bayi itu bisa meregang nyawa di tangan ibunya sendiri, dalam keterangannya SL punya alasan.

“Dia kan melahirkan pakai median air, dalam bak mandi. Anaknya lahir (bayi terendam dalam air), setelah diangkat bayi itu sudah tidak bernyawa,” ungkap Choirul.

“Dia melakukannya sendiri. Suaminya sendiri tidak tahu S sedang hamil. Memang, suaminya sempat bertanya apakah sedang hamil. Nah, S ini beralasan tidak, melainkan sakit biasa. Dia menutupi kehamilan anak keduanya, dari suami sirinya itu,” terang Choirul.

Lima saksi telah dimintai keterangan polisi, dua karyawan, suami pelaku, penjaga tempat cuci dan seorang saksi lagi. Polisi memastikan tidak menutup kemungkinan saksi bakal bertambah.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua mesin freezer tempat pelaku menyimpan jasad bayi. (*/cbd)