Suasana Festival Ogoh-ogoh. (ft/Ibnu)

Koranseruya.com– Menjelang perayaan hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 yang jatuh pada Selasa (28/3), para pemuda umat Hindu di Luwu utara melakukan Festival Ogoh-ogoh di Pura Jagat Menara Giri, Kecamatan Sukamaju, Minggu (26/3).

BACA JUGA :Brutal, Karena Mabuk Bapak di Lutim Ini Aniaya Anaknya yang Masih Umur 4 Tahun

Festival yang dikuti oleh beberapa desa di Luwu Utara ini berjalan dengan meriah dan penuh keakraban, dengan menunjukkan seni dan kreatifitas.

Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Luwu Utara dan Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia Luwu Utara berencana akan mengembangkan konsep kegiatan di tahun mendatang dalam lingkup se-Kabupaten Luwu Utara.

BACA JUGA :Kadishub : Banyak Honorer Fiktif

“Festival di Desa Sukamaju ini kan masih skala Kecamatan, semoga taun depan skalanya lebih besar,” kata Ketua PHDI Lutra, I Wayan Sartana.

BACA JUGA :Motor Matic Terjun Bebas ke Jurang di Palopo, Korbannya ?

Tahun baru Saka atau lebih dikenal dengan Nyepi ini akan dilaksanakan dengan sunyi dirumah masing-masing dengan 4 pelarangan yaitu dilarang menyalakan api/lampu/emosi, dilarang berpergian, dilarang berfoya-foya dan dilarang bekerja selama 24 jam bagi umat hindu yang merayakannya. (Fim/asm)

Suasana Festival Ogoh-ogoh. (ft/Ibnu)
Suasana Festival Ogoh-ogoh. (ft/Ibnu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 + 8 =