Nenek 61 tahun, Harni dilaporkan ibu korban ke polisi.
Nenek 61 tahun, Harni dilaporkan ibu korban ke polisi.
Topik Populer
#Gempa Palu

 

KORANSERUYA.COM–Kisah ini sungguh memiriskan. Seorang nenek memaksa seorang bocah berusia 13 tahun berhubungan intim. Nenek yang berusia 61 tahun bernama Jowo alias Harni itu terbongkar berkat laporan polisi yang dibuat ibu sang ABG bernama Rohanna (33).

Rohana mencurigai perilaku anaknya yang ketakutan. Ia pun penasaran dan menanyakan apa yang terjadi, bocah itu pun jujur dengan mengatakan pada ibunya jika ia baru saja berlari dari rumah nenek Jowo karena dipaksa untuk berhubungan seks dengannya.

Parahnya, bocah tersebut dipaksa berhubungan intim oleh sang nenek selama delapan kali dan paksaan ini dilakukan ketika suaminya sedang ada di rumah. Tak tanggung-tanggung nenek yang kesehariannya menjadi pemulung itu mengancam akan membunuh bocah tersebut jika tak mau bersenggama. Korban bahkan diiming-imingi uang sebesar Rp15 ribu agar mau melakukan perbuatan tersebut.

“Anak saya masih sangat muda dan dia terpaksa melakukan hal seperti itu. Saya tidak bisa menerima ini,“ kata Rohana, warga Palembang, kepada polisi.

(BACA JUGA): 29 Juli, IYL-Cakka Deklarasi di Triple C Makassar?




Hubungan badan antara nenek Jowo berawal dari perilaku korban yang kerap memeluknya dari belakang. Usai mendekap tersangka dari belakang kemudian korban menggesekan barangnya sehingga membuat nenek itu terangsang alias horni.

(BACA JUGA): Pembangunan Taman Binturu Dimulai, Ini Harapan Walikota Palopo

“Dia itu gesek-gesek terus. Jadi siapa yang tidak nafsu. Lalu terjadilah hubungan badan antara kami berdua,” jelasnya saat diamankan di Polresta Palembang, Kamis (20/7/2017).

Setiap kali melakukan hubungan intim bersama AR, suaminya Dimin (80) selalu ada berada di dalam rumah. Namun kelakuan bejat yang dilakukan kerap tidak ketahuan karena berhubungan di dapur sementara sang suami di ruangan lain.

“Setiap berhubungan, suami saya ada. Tapi kami di belakang lakukannya. Sudah digesek-gesek saya terangsang. Buka celananya, saya mainin dulu barangnya baru main,” jelas dia.

Di hadapan petugas, nenek JW mengaku laporan dari keluarga AR mengenai aksi pencabulan yang dilakukan benar adanya. Sejak beberapa bulan terakhir sudah sekitar delapan kali dia melakukan hubungan intim dengan bocah tersebut.

Menurut pengakuannya, sebelum melakukan hubungan bersama AR memang sudah terbiasa melakukan hal tersebut kepada sesama jenis. “Dia itu sudah saya anggap seperti anak sendiri tidur dirumah berhari-hari. Benar saya lakukan itu (hubungan intim, red) sudah delapan kali sejak beberapa bulan terakhir,” jelasnya. (*)