Walikota Palopo, HM Judas Amir didampingi Kepala Bappeda Palopo, Firmanzah DP dan sejumlah pejabat di jajaran Pemkot Palopo, saat meninjau realisasi proyek program NUSP 2 di beberapa kelurahan di Kota Palopo.

KORANSERUYA.COM–Kepala Bappeda Palopo, Drs Firmanza DP, M.Si mengatakan, Pemerintah Kota Palopo berhasil melaksanakan program 100.0.100 dari Pemerintah Pusat. Program 100.0.100 ini meliputi 100 persen akses pelayanan air minum aman, 0 persen kawasan kumuh perkotaan, dan 100 % akses sanitasi aman.

“Meski program 100.0.100 ditargetkan terlaksana 100 persen pada tahun 2019 mendatang secara Nasional, namun memasuki akhir tahun 2017, Pemkot Palopo telah melaksanakan program tersebut dengan baik,” kata Firmanza DP kepada KORAN SeruYA, disela-sela mendampingi Walikota Palopo, HM Judas Amir, meninjau pelaksanaan program Neigborhood Upgrading and Shelter Projec (NUSP) Tahap 2 di Kelurahan Sabbangparu, Batupasi, Penggoli Kecamatan Wara Utara, kemarin.

Menurut Firmanzah DP, pelaksanaan program NUSP Tahap 2 di 9 kelurahan, misalnya, terlaksana baik. Program NUSP ini, sejalan dengan program

(BACA JUGA): ADVETORIAL: Tinjau Proyek NUSP 2, Walikota Palopo Puas Kinerja BKM

Pemerintah Pusat terkait program 100.0.100, terutama terkait pengentasan kawasan permukiman kumuh atau 0 (nol) kawasan kumuh.

“Program NUSP ini berhasil meretas kawasan permukiman di Kota Palopo, sehingga kawasan permukiman kumuh di Palopo ditargetkan mencapai 0 persen, sesuai program 100.0.100 sebelum tahun 2019,” katanya.

Dalam kunjungan dan peninjauan program NUSP Tahap 2 yang dilakukan Walikota Palopo dan tim Pemkot Palopo, Firmanzah mengakui, bahwa pelaksanaanya berjalan baik dan tanpa kendala.

Pelaksanaan program NUSP Tahap 2 sebagai upaya meretas kawasan permukiman kumuh, meliputi pembangunan infrastruktur publik seperti jalan, drainase, sanitasi, dan lain-lain.

(BACA JUGA): Pagi-pagi, Pengurus PDIP Temui Judas. Ada Surat Rekomendasi, ini 3 Poin Penting Isinya

“Kita (Palopo) berterimakasih kepada Pemerintah Pusat, terutama Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, karena tahun 2017 ini, sebanyak 9 kelurahan menerima dana Pusat masing-masing sebesar Rp500 juta untuk program NUSP Tahap 2,” ujarnya.

Khusus untuk akses air minum, sekaitan pelaksanaan program 100.0.100 di Kota Palopo, Firmanzah juga menyebutkan, sudah mencapai 100 persen layanan air bersih kepada masyarakat di 48 kelurahan. Untuk cakupan layanan air bersih PDAM Kota Palopo, sebut Firmanzah sudah mencapai 86 persen. “Sisanya, sekitar 14 persen, kebutuhan air bersih masyarakat diperoleh dari sumur-sumur dan air bor yang dimiliki masyarakat, termasuk bantuan pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Pengembangan Wilayah Kota Palopo, Erdin, merincikan 9 kelurahan penerima program NUSP Tahap 2 tahun 2017, yakni Kelurahan Sabbamparu, Batupasi, Penggoli, Pontap, Ponjale, Surutanga, Takkalala, Salutellue dan Dangerakko.

Menurut Erdin, program NUSP merupakan salah satu program strategis untuk mendukung upaya mengurangi kawasan permukiman kumuh perkotaan hingga 0% sebagaimana tertuang di dalam RPJMN 2015-2019. Sumber dana APBN dengan dukungan pembiayaan dari ADB atau Asian Development Bank.

Untuk kota Palopo, jumlah keseluruhan anggaran mencapai Rp32,4 milyar. Yakni rinciannya, tahun 2015 sebesar Rp1,5 miliar, tahun 2016 sebesar Rp21 miliar, dan tahun 2017 sebesar 7,5 milyar. Untuk tahun 2018, kata Erdin, ditargetkan sebesar Rp2,4 miliar.

“Anggaran sebesar Rp7,5 miliar untuk tahun 2017 dibagi untuk skala lingkungan sebesar Rp4,5 miliar, skala kawasan Rp3 miliar. Untuk skala lingkungan dilaksanakan di 9 kelurahan masing2 sebesar 500 juta,” katanya. (jun)