Pemkab Luwu saat berkunjung ke lokasi pabrik batu cipping
Topik Populer
#Gempa Palu

KORANSERUYA.COM — Pabrik batu cipping terbesar di Kabupaten Luwu akhirnya ditutup oleh Pemda Luwu setelah beroperasi kurang lebih tiga tahun terakhir. Pabrik tersebut ditutup karena tidak memiliki izin.

Selain tidak punya izin, pabrik juga diduga merusak lingkungan. Bahkan tidak memperbaiki akses jalan, seperti yang dijanjikan kala pabrik saat itu mau di operasikan.

BACA JUGA :VIDEO : Piton Ukuran Jumbo Hadang Pengendara, Gegerkan Warga Palopo

Penutupan pabrik batu cipping yang dinaungi oleh PT Harfia dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Kasat Pol PP, Andi Iskandar didampingi Ketua DPRD Luwu, Andi Muharrir serta beberapa anggota DPRD lainnya.

“Pabrik ini kami tutup hingga semua izinnya dilengkapi. Kami beri kesempatan perbaiki dokumennya,” kata Andi Muharrir kepada pengelola pabrik, Yusuf saat berkunjung ke lokasi di Desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat, Jumat (14/7).




Summang, anggota DPRD lainnya juga meminta agar tidak ada lagi operasi sebelum izin dikeluarkan.

“Ini saya lihat secara kasat mata, limbahnya ke sungai, harusnya UPL-nya dari BLH ditinjau ulang,” kata Summang.

Pihak PT Harfia, Yusuf mengaku memahami apa yang sudah dikatakan oleh anggota DPRD Luwu.

“Kami paham, kami akan mematuhi aturan. Kami akan berhentikan operasi,” kata Yusuf.

BACA JUGA :Kerbau yang Nyaris Dibacok Warga di Lutra akan Dilelang

Usai mengunjungi lokasi pabrik, mereka melanjutkan kunjungan ke lokasi tambang galian C yang berada di Desa Rumaju, Kecamatan Bajo yang menjadi lokasi pengambilan material PT Harfia. Tambang galian C ini juga dilaporkan warga telah merusak persawahan warga, sekitar 30 hektar sawah terkikis oleh tambang galian c.

“Kita akan evaluasi tambang ini dan akan membawa ini ke provinsi karena izinnya dari provinsi, tapi rekomendasi tetap dari sini,” kata Summang. (eca)