Walikota Palopo HM Judas Amir
Walikota Palopo HM Judas Amir

SETIAP tahun, sejak tahun 2013 lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo melalui Dinas Pendidikan melaksanakan program pendidikan gratis paripurna. Program pendidikan gratis ini menjadi salah satu program strategis Pemkot Palopo dibawah kepemimpinan Walikota Palopo, HM Judas Amir.

Tahun 2018 ini, Pemkot Palopo tidak lagi menanggung biaya pendidikan untuk pelajar tingkat SLTA mulai SMA/SMK karena kewenangan pengelolaan pendidikan tingkat atas diambilalih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel. Namun, dalam empat tahun terakhir ini, sejak 2013 hingga 2017, pendidikan gratis benar-benar dirasakan pelajar mulai SD hingga SMA/SMK di kota “Idaman” ini.

Data yang diperoleh KORAN SeruYA di Dinas Pendidikan Kota Palopo, setiap tahunnya, anggaran yang disiapkan Pemkot Palopo untuk menalangi biaya pendidikan yang digratiskan pemerintah diatas angka Rp13 sampai Rp14 miliar per tahun. Bahkan, tahun 2017 lalu, anggaran biaya pendidikan gratis di Kota Palopo sebesar Rp14 miliar.

Sebelum tahun 2017, dana pendidikan gratis SD, SMP dan SMA/SMK ditanggung bersama antara Pemkot Palopo dan Pemerintah Provinsi. Besarnya, 60 persen Pemkot Palopo dan sisanya pemprov. Kebijakan terbaru menyebut, dana sharing dari provinsi dihapus. Itu berarti, mulai tahun 2017 lalu, dana pendidikan gratis seluruhnya ditanggung Pemkot. Kebijakan ini berlaku setelah kewenangan pendidikan SMA/SMK diambilalih Provinsi.

(BACA JUGA): KLIK INFONYA! 8 Informasi Penting Pendaftaran CPNS 2018

“Setiap tahunnya, kita alokasikan dana pendidikan gratis yang tidak kecil. Tahun 2017, angkanya sekitar Rp14 miliar untuk biaya pendidikan gratis. Tahun ini (2018) juga senilai itu,” kata HM Judas Amir, belum lama ini, sebelum cuti Pilkada.

Dana miliaran rupiah yang dianggarkan melalui APBD Kota Palopo itu, digunakan untuk membiayai sejumlah kegiatan sekolah, seperti peningkatan mutu guru, pengadaan alat tulis kantor (ATK), dan lainnya.

Dengan anggaran pendidikan gratis yang cukup besar dialokasikan setiap tahunnya, maka pengelola pendidikan di Kota Palopo tidak lagi dibolehkan memungut biaya pendidikan dari orangtua siswa. “Sehingga, pendidikan benar-benar gratis di Kota Palopo,” kata Judas Amir.

Program pendidikan gratis paripurna yang diterapkan di Kota Palopo, menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Palopo, Asir Mangopo, telah terlaksana dengan baik. Bahkan, Asir Mangopo menyebutkan, pendidikan gratis yang berjalan di sekolah mulai tingkat SD sampai SMP dan sekolah sederajat lainnya, bukanlah slogan belaka.

“Agar benar-benar terlaksana, kami meminta pengelola pendidikan di setiap sekolah membuat spanduk bertuliskan stop pungutan biaya pendidikan, karena pendidikan sudah digratiskan di Kota Palopo. Spanduk ini dipasang di halaman sekolah, agar bisa dibaca orangtua/wali siswa,” kata Asir.

(BACA JUGA): Horee…., PNS akan Terima THR dan Gaji 13, Klik di SINI Infonya

Tak hanya itu, dalam berbagai pertemuan bersama pengelola pendidikan, Asir Mangopo menyebutkan, pihaknya senantiasa mewanti-wanti kepala sekolah dan jajarannya agar tidak meminta biaya pendidikan dalam bentuk apapun kepada orangtua/wali siswa. “Ini karena biaya pendidikan sudah ditanggung pemerintah, sehingga tidak ada alasan lagi orangtua/wali siswa dibebani biaya pendidikan,” tandas Asir. (adv/tari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × one =