PALOPO — Kesebelasan kebanggaan masyarakat Palopo, Palopo United, kini diterpa krisis. Minimnya dukungan dana yang menjadi penyebabnya.

Jika dibiarkan berlarut, Palopo United yang mewakili Sulsel bersama Persibo Bone di ajang Liga 3 Indonesia, terancam tak ikut.

Manajer Palopo United, dr Syukur mengaku, selama ini dia hanya merogoh koceknya sendiri untuk membiayai tim. Tidak ada sama sekali dukungan dana dari pihak lain.

” Selama di babak penyisihan Liga 3 Sulsel, dana yang sudah habis sekitar Rp 100 juta lebih. Itu uang pribadi saya,” katanya, Kamis (23/08/2018).

Untuk berlaga di putaran selanjutnya lanjut Syukur dibutuhkan dana tak kurang dari Rp 500 hingga Rp 700 juta. Jika tak ada dukungan dana, Syukur mengaku akan mundur sebagai manajer.

” Saya akan mundur. Palopo United akan saya serahkan ke Pemkot bagaimana kelanjutannya,” ujarnya.

Dia mengaku saat ini tengah mengupayakan dana dengan menghubungi PT Vale untuk menjadi sponsor tim. Jika dananya ada, Palopo United akan ambil bagian di Liga 3 Indonesia.

Tanda- tanda krisis di tubuh Palopo United sudah tampak saat menghadapi PS Bank Sulsel beberapa waktu lalu. Dua pemain senior yakni David dan Hendra yang juga kapten kesebelasan, absen.

Informasi yang dihimpun menyebut keduanya lebih memilih ikut turnamen antar kampung ( Tarkam) di salah satu daerah. (liq)