Syafruddin Djalal

PALOPO–Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kota Palopo akan mengumumkan status calon walikota Palopo nomor urut 2, Akhamd Syarifuddin alias Ome, hari Rabu (14/3/2018). Status tersebut terkait orasi calon walikota No 2 itu, yang diduga mengandung ujaran kebencian kepada pemerintah saat menggelar sosialisasi di Jl Cakalang, 21 Februari lalu.

Ketua Panwaslu Palopo, Syafruddin Djalal kepada wartawan mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah mengantongi hasil penyelidikan wakil walikota non aktif tersebut.

“Masalah video Akhmad Syarifuddin Daud yang dipersoalkan itu, telah kami tangani. Hasilnya sebenarnya sudah ada, namun kita belum bisa buka sekarang ini. Sebab, ada prosedur tetap (protap) yang harus dilalui. Insya Allah, besok (Rabu) hasilnya akan kami umumkan kepada publik,” tegasnya.

Djalal juga mengungkapkan terkait video orasi tersebut, pihaknya sudah memeriksa sebanyak enam kali. Sebab, Panwaslu sangat berhati-hati dan teliti dalam menangani kasus ini.

(BACA JUGA): ACM: Judas Amir Berhasil Bangun Palopo Jadi Alasan Partai Berkarya Dukung JUARA

Selain memanggil yang bersangkutan, Panwaslu kata Djalal juga sudah meminta keterangan kepada tiga saksi ahli. Masing-masing ahli bahasa, ahli hukum dan ahli IT Cyber.

Total saksi yang dilibatkan dalam penanganan kasus ini, sebanyak 13 orang. Tiga saksi ahli serta 10 saksi dari masyarakat dan tim. Identitas oknum yang menyebarluaskan atau mem-viralkan video OME itu telah dikantongi panwaslu.

Terkait konsekuensi hukum, lanjut Syafruddin Djalal, apabila laporan terhadap Ome benar, maka sanksinya pidana tiga bulan.

(BACA JUGA): Horee…., PNS akan Terima THR dan Gaji 13, Klik di SINI Infonya

Dalam video yang sudah viral tersebut ada tiga hal yang dikritik Ome. Dia menyebut bahwa pemerintah Palopo tak akur dengan ulama, tak sejalan dengan Kedatuan Luwu dan bantuan alat pertanian yang diduga diperjualbelikan. Padahal, Ome sendiri saat ini masih tercatat sebagai Wakil Walikota Palopo. Artinya, dia adalah bagian dari pemerintahan.

Saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu usai diperiksa di Panwaslu, Ome cenderung mengelak. Dia mengaku kedatangannya di Panwaslu hanya untuk melaporkan sejumlah fasilitas milik Pemkot Palopo yang belum membuka foto Walikota non aktif, HM Judas Amir.

Djalal juga mengungkap, hingga saat ini Panwaslu tengah memproses sebanyak 15 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terpantau menghadiri acara deklarasi salah satu paslon. Sanksi terhadap ke-15 ASN ini, tinggal menunggu kebijakan Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Palopo, Andi Arwin Azis.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh anggota DPRD yang terlibat kegiatan kampanye paslon, agar mengambil cuti sesuai aturan UU No: 10/2016 pasal 71,” katanya. (adn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − five =