R dan M, sepasang sejoli yang mengalami tindakan tidak senonoh berupa perkusi akhirnya menikah, Selasa (21/11/2017) lalu.
R dan M, sepasang sejoli yang mengalami tindakan tidak senonoh berupa perkusi akhirnya menikah, Selasa (21/11/2017) lalu.

KORANSERUYA.COM–Masih ingat dengan sepasang sejoli yang diarak keliling dalam kondisi ditelanjangi dan direkam atau perkusi di Cikupa, Tangerang, Banten? Ternyata, pasangan itu resmi menikah pada Selasa (21/11/2017) lalu. Hubungan dua insan ini, R, 28 tahun, dan M, 20 tahun, resmi sebagai suami istri.

“Iya benar, hari ini mereka telah resmi menikah,” kata Kapolresta Tangerang AKBP Sabilul Alif kepada wartawan.

Sabilul mengatakan, pernikahan keduanya difasilitasi oleh Polresta Tangerang. “Kami hanya ingin membantu niat baik keduanya,” ungkap Sabilul.

Menurutnya, pernikahan sejoli tersebut dilaksanakan di rumah orang tua R di daerah Tigakarsa, Tangerang. Saat menikah, R mengenakan pakaian putih beserta peci hitam. Sementara M menggunakan hijab biru dengan berpakaian biru muda bermotif bunga-bunga.

Sabilul berharap pernikahan pasangan R dan M setelah menikah mengurangi trauma berat yang menimpa mereka, pasca mendapat pelecehan atau persekusi dari warga Cikupa pada Sabtu (11/11/2017) malam lalu. “Ini bentuk kami memberikan bantuan kepada korban,” ungkap Sabilul.

Dengan demikian, Sabilul mengimbau agar masyarakat tidak melakukan tindak main hakim sendiri terhadap informasi yang belum tentu benar. “Ke depannya kejadian yang sama tidak kembali terulang,” jelas Sabilul.

Sebelumnya diberitakan, pasangan R dan M menjadi korban persekusi disertai kekerasan oleh sejumlah warga di Cikupa pada Sabtu (11/11) malam. Keduanya sempat ditelanjangi dan diarak warga. Parahnya lagi, ketika keduanya ditelanjangi, warga pun merekam. Rekaman itu disebarkan melalui media sosial (medsos).

Kasus ini dapat ditangani aparat kepolisian. Dalam kasus ini polisi telah menetapkan enam orang tersangka, yaitu IM, G, T, A, E, dan G. Ketua RT yang berinisial T merekam video tersebut hingga menyebarkannya ke medsos. Selain itu E yang merupakan Ketua RW sempat memukuli keduanya.

Polisi menjerat pelaku dengan pasal 170 KUHP tentang kekerasan secara bersama-sama di ruang publik dan pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan. (pojoksulsel/cbd/seruya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

14 − 10 =