Iptu Thabita memberikan pemahaman kepada pelajar SMPN 3 Palopo terkait larangan bagi anak dibawah umur mengendarai sepeda motor atau kendaraan roda empat karena belum memiliki SIM. (ft/ist)
Iptu Thabita memberikan pemahaman kepada pelajar SMPN 3 Palopo terkait larangan bagi anak dibawah umur mengendarai sepeda motor atau kendaraan roda empat karena belum memiliki SIM. (ft/ist)

KORAN SeruYA–Kepolisian Resort (Polres) Kota Palopo mengimbau para kepala sekolah dan guru, termasuk para orangtua/wali pelajar, agar tidak mengijinkan anak-anak mereka yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor ke sekolah.

Imbauan ini disampaikan Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono, dalam rangka menertibkan pelajar usia 18 tahun kebawah, terutama pelajar SLTP di Kota Palopo, supaya tidak mengendarai sepeda motor ke sekolah.

“Kami sudah sosialisasikan ke sekolah melalui tim terpadu Polres Palopo. Sosialisasi ini diharapkan bisa berjalan efektif, agar tidak ada lagi pelajar yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor ke sekolah,” kata AKBP Dudung kepada KORAN SeruYA, kemarin.

Orangtua/wali siswa, kata AKBP Dudung, patut mengantar dan menjemput anak-anaknya setiap hari ke sekolah, agar pelajar yang belum cukup umur bisa ke sekolah tanpa mengendarai sepeda motor.

“Kami sudah akan tegas menerapkan aturan berlalulintas, pelajar yang belum cukup umur akan ditilang dan disanksi tegas, bila kedepatan di jalan,” kata AKBP Dudung.

Dikatakan Kapolres, dalam setiap sosialisasi anggotanya ke sekolah, para pelajar diingatkan supaya taat Undang-Undang Nomer 2 Tahun 2002 mengenai Kepolisian RI, UU No 22 Tahun 2009 mengenai lalulintas dan Angkutan Jalan.

“Pelajar yang belum cukup umur dilarang membawa sepeda motor sendiri ke sekolah, karena mereka belum bisa mempunyai surat izin mengemudi (SIM). Makanya, mereka akan ditilang bila ditemukan membawa
atau mengendarai roda dua maupun mobil ke sekolah,” tegas AKBP Dudung.

Menurut AKBP Dudung, satu di antara penyebab paling utama kecelakaan di jalan raya, yaitu tingkah pelajar yang ugal-ugalan di jalan serta berkendara tanpa ada penuhi ketetapan.

Sementara itu, Satuan Lantas Polres Palopo dipimpin Ipda Thabita bersama beberapa personel Satlantas Polres Palopo, berkoordinasi dengan sejumlah sekolah, seperti SMPN 3, SMPN 4, dan MTsN Tsanawiyah Kota Palopo, dalam rangka penertiban anak sekolah yang menggunakan Kendaraan sepeda motor ke sekolah.

Sosialisasi ini, dilakukan untuk menyampaikan kepada pihak sekolah, agar ikut menyampaikan kepada siswanya yang belum cukup umur, untuk tidak membawa sepeda motor ke sekolah. Sebab, dalam waktu dekat ini, Satlantas Polres Palopo akan melakukan penertiban pelajar belum cukup umur mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah.

“Akan dilakukan penertiban pelajar membawa sepeda motor ke sekolah, sehingga dilakukan sosialisasi sedini mungkin ke sekolah-sekolah, supaya anak-anak kita memahami aturan berlalulintas. Kami harapkan, para kepala sekolah dan guru ikut mendukung gerakan pelaksanaan penertiban anak sekolah yang belum cukup umur tidak membawa sepeda motor ke sekolah, supaya Kota Palopo akan dan tertib dalam berlalulintas,” kata Ipda Thabita.

Bahkan, Sabtu (17/9) pagi lalu, tim Satlantas Polres Palopo turun di jalan Andi Kambo (eks Jalan Merdeka) mulai menertibkan pelajar yang mengemudikan sepeda motor ke sekolah. Tim Satlantas ini menghentikan beberapa pelajar yang mengemudikan sepeda motor di depan SMPN 3 Palopo. (satriani)