Kepala Bappeda Luwu, Muhammad Rudi, pada Musrenbang pemkab Luwu, Selasa (21/3)
Kepala Bappeda Luwu, Muhammad Rudi, pada Musrenbang pemkab Luwu, Selasa (21/3)

KORANSERUYA.com. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Luwu, Muhammad Rudi, mengungkapkan selama pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten yang digelar beberapa waktu lalu, sebanyak 2.172 usulan dari masyarakat yang diterima.

” Yang paling banyak adalah usulan dari sektor sarana dan fisik. Jumlahnya mencapai 1.420 usulan,” kata Rudi, Selasa (21/3). Usulan lainnya adalah di bidang sosial budaya, ekonomi dan lainnya.
Dia mengatakan, banyaknya usulan tersebut tidak mungkin diakmodir seluruhnya.

Sebab, anggaran yang dimiliki oleh pemkab sangat terbatas. ” Tentu ada skala prioritas. Apa yang mendesak, itu yang kita dahulukan,” jelas Rudi. Ketua DPRD Luwu Andi Muharrir mengatakan dari ribuan usulan yang akan dibawa ke pusat, tidak semua akan diakomodir. Menurutnya, usulan yang tidak diakomodir tersebut diupayakan untuk dimasukkan dalam Alokasi Dana Desa (ADD).

” Sayang, kalau ADD yang sangat besar itu tidak digunakan. Untuk yang sifatnya anggaran kecil bisa diakomodir lewat ADD. Tetapi untuk yang anggarannya membutuhkan dana besar seperti pengaspalan dan lainnya tentu harus melalui APBD,” kata legislator Golkar ini. (eca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eleven + 12 =