Sosialisasi narkoba
Sosialisasi narkoba
Topik Populer
#Gempa Palu

PALOPO — Guna memutus mata rantai peredaran narkoba, Pemkot Palopo merintis realawan anti narkoba yang berjumlah 1.400. Relawan tersebut tersebar di semua tingkatan masyarakat. Mulai dari kecamatan, kelurahan hingga ke tingkat RT. Diharapkan kehadiran relawan ini mampu menekan angka penyalahgunaan narkoba di tengah-tengah masyarakat.

“Relawan 1.400 tersebar di semua kelurahan sampai tingkat RT/RW. Dengan ini ruang gerak pengguna dan pengedar dapat kita persempit dan akan lebih mudah juga untuk memantau, tinggal bagaimana SDM relawan ini kita persiapkan dengan baik dan matang sehingga mereka paham seperti apa kerja kerja mereka nantinya,” tegas Asisten Pemerintahan Kota Palopo, Burhan Nurdin, saat membuka Rapat koordinasi BNN Kota Palopo dengan dinas terkait. Rapat tersebut dilaksanakan di Cafe and Resto Hill & Tiff, Selasa (07/11) pagi.

Burhan Nurdin mengatakan sampai saat ini berusaha pemerintah telah berupaya untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, memberantas bukan lagi hal yang pokok untuk dilakukan namun berusaha untuk mengurangi penyalahgunaan narkotika dirasa lebih efektif dalam mencegah terjadinya penyalahgunaan narkoba.

“Jerat narkoba sudah sampai pada semua golongan. Tidak mengenal strata sosial, umur, gender, semua telah dimasuki barang haram itu,” Jelas Burhan Nurdin. Olehnya itu, dia meminta saran, ide, masukan, dan inovasi dari peserta untuk mencegah beredarnya barang haram tersebut. Terutama untuk melindungi generasi penerus bangsa dari jerat zat psikotropika itu.

” Penggunaan narkotika akhir akhir ini berdasarkan data yang ada terus mengalami peningkatan dan merambah segala umur, dan kalau ini tidak ditindak lanjuti dengan tegas tentu kondisi ini akan merusak penerus dan memutus generasi emas kita.” ungkapnya.

Kasi Rehabilitasi BNN Palopo St. Asiyah Husain mengatakan beberapa pengguna narkoba telah direhabilitasi. Mereka tersebar di beberapa tempat khusus penanganan pengguna narkoba. “Data yang ada untuk tahun ini, Klinik BNN Kota Palopo telah rehab 14 orang, RSUD Sawerigading 4 orang, Rumah rehab hati 4 orang, RS Mujaisyah 4 orang. Selain itu ikut kegiatan pasca rehab saat ini terdapt 26 orang dan 33 rawat lanjut. Dan mereka ini tetap dilakukan pendampingan dan dipantau hingga mereka dipulangkan atau kembali kemasyarakat,” jelasnya.

Setelah selesai melakukan rehabilitasi, BNN tidak langsung melepas pasien. Mereka akan terus memantau perkembangan mereka untuk memastikan kondisi mereka saat kembali ke masyarakat. “Untuk rawat lanjutan dilaksanakan empat bulan sampai enam bulan tergantung perkembangan pasien, bahkan untuk rawat lanjut, kami dari BNN yang darang ke rumah pasien, tujuannya juga untuk melihat memantau pasien saat kembali ke masyarakat,” ujarnya. (liq)