PALOPO — Kedatuan Luwu akan menggelar Festival Keraton Nusantara (FKN) XIII tahun 2019 mendatang. Pesta yang salah satu tujuannya untuk pelestarian budaya ini bakal dihadiri sedikitnya 50 raja dan permaisuri dari sejumlah negara. Termasuk kehadiran 21 kepala daerah.

Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, pihak kedatuan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Nilainya mencapai Rp9 miliar. Empat pemerintah daerah di Tana Luwu, Palopo, Luwu, Lutra dan Lutim) memang sudah menyatakan komitmen untuk memberikan dana dalam bentuk hibah ke kedatuan. Mereka akan menyerahkan dana sebesar Rp1 miliar untuk masing-masing daerah. Dana itu dianggap belum cukup untuk menggelar ajang promosi budaya secara internasional itu. Panitia pelaksana sendiri juga telah menyodorkan proposal bantuan dana ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Hal itu diakui oleh Pjs Walikota Palopo, Andi Arwien yang tak lain adalah Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Pemprov Sulsel. “Panitia FKN sudah menyodorkan proposal bantuan dana ke pemprov. InsyaAllah kita akan bantu, tentunya menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerahm,” kata Arwien kemarin.

Lanjut Arwien, dana hibah memang harus diusulkan satu tahun sebelum pelaksanaan kegiatan. Nah, tahun ini tepat. Provinsi akan mendukung karena ini kegiatan nasional dan menyangkut citra daerah. Apalagi seluruh keraton ada. Pemprov akan merespon usulan dana itu. “Tapi itu tadi, pada prinsipnya, bantuan disesuaikan dengan kondisi daerah. Sekali lagi saya tekankan bahwa kegiatan ini menyangkut harga diri daerah kita. Sehingga Kedatuan Luwu dapat kita angkat derajatnya, dan kerajaan-kerajaan lain bisa mengetahui bahwa kedatuan luwu tetap eksis sampai saat ini,” tandas Arwien. (asm)