Termakan isu berita hoax penculikan anak, di Karangasem Utara, wanita paruh baya dihajar warga, di Selokaton tiga diamankan Satpol PP. Namun, mereka hanyalah korban amuk massa akibat informasi hoax. (foto/int)
Termakan isu berita hoax penculikan anak, di Karangasem Utara, wanita paruh baya dihajar warga, di Selokaton tiga diamankan Satpol PP. Namun, mereka hanyalah korban amuk massa akibat informasi hoax. (foto/int)

KORAN SeruYA–Maraknya netizen di media sosial (Medsos), terutama Facebook yang menggugah foto-foto pelaku penculikan anak, termasuk foto sadis potongan tubuh manusia yang disebutkan sebagai korban penculikan anak untuk diambil organ tubuhnya seperti hati, ginjal, dan jantung, sangat meresahkan masyarakat.

Isu penculikan anak kian merebak dan meresahkan karena viral dan jadi pesan berantai di media sosial itu membuat masyarakat resah. Pihak Kepolisian di berbagai daerah di Tanah Air, ikut bersuara menyikapi maraknya isu penculikan anak tersebut.

Misalnya, Juru bicara Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kota, Ajun Komisaris Erna Ruswing, menyebutkan memang ada isu penculikan anak bereda di Bekasi. Namun, dia memastikan isu itu tidak benar. “Tidak ada penculikan, informasi itu bohong,” kata Erna.

Erna mengatakan informasi tentang penculikan anak yang diambil ginjalnya itu tak bisa dipertanggungjawabkan. Bahkan, dalam salah satu pesan berantai penyebar berita mencantumkam gambar seorang nenek memakai kerudung putih. Nenek tersebut dituduh sebagai penculik yang sudah ditangkap polisi di kawasan Mutiara Gading Timur, Kecamatan Mustikajaya. “Kami sudah memeriksa ke sana,” katanya.

Menurut dia, nenek tersebut datang ke kantor polisi karena tidak tahu jalan pulang menuju Kecamatan Tambelang. Karena itu, polisi mengantarkan nenek tersebut pulang ke rumahnya. “Penculik tertangkap itu informasi yang menyesatkan, dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Ajun Komisaris Besar Rizal Marito mengatakan, sejauh ini belum ada laporan penculikan anak di wilayahnya. “Tidak ada laporan dari warga soal penculikan anak,” ucap Rizal.

Sementara Kapolres Pemalang AKBP Kingkin Winisuda menyatakan, informasi penculikan di daerah Pemalang yang sempat viral di Sosmed, itu tidak benar alias hoax. Dia mengatakan, polisi telah mendalami informasi tersebut dan meminta masyarakat tidak mudah terhasut atas informasi yang tidak jelas kebenarannya.

“Apalagi hal tersebut membuat warga menjadi resah atau ketakutan. Masyarakat tetap harus tenang, dan mengklarifikasi semua informasi ke kami jika dianggap meresahkan atau terkait isu yang belum pasti kebenarannya,” ujarnya.

Wakasat Reskrim Polres Sidoarjo, AKP Teguh Setiawan ikut membantah kabar adanya pelaku penculikan anak di Sidoarjo, yang beredar melalui selebaran dan menjadi viral karena ratusan netizen memposting di Medsos.

AKP Teguh Setiawan menerangkan, jika pihaknya sudah melakukan pengecekan di Polsekta jajaran Sidoarjo, serta mengecek laporan di Polresta. Namun, sampai saat ini belum ada laporan seperti yang ada di selebaran. “Cuma hoax,” katanya.

Berikut ini berita bohong yang beredar dan meresahkan masyarakat di Bekasi:

“Innalillahi wainnaillahi rojiun, td lg kewarung org2 pd ribut, ada anak kls 3 sd d culik d jl banteng psr kranji, udah 2minggu baru pulang, ternyata tuh anak d ksh uang 3 jt dan kalung beserta suratnya.stlh d periksa ternyata ginjalny dah d ambil1. dan hr ini ada lg 1 anak yg d culik d pom bensin kmpg 2, blm tau nasibny sampe skrg, mohon hati2 menjaga anak2 kita y

“Hati2 semua waspada. Modusnya dia menunggu di parkiran sekolah/tempat2 les. Jadi mereka menunggu jam bubaran anak2. Bu (info dari teman yg guru les calistung) kejadian kamis kemarin”

“Mohon berhati2 u guru dan walmur tentang penculikan anak yg hanya mengambil ginjalnya saja. Mrk menyamar seperti mahasiswa rapih. Mrk mewawancarai siswa dan memvideokan, lalu diajak ke satu tempat, biasanya KFC, dll”.

“Alhamdulillah siswa YPI 45 selamat, ini pengaduan dr Bu Yuyun, Kepsek YPI 45 Bekasi. Mohon security, diperketat. Pa Sugo, mohon segera dikondisikan.”– (cbd)