Hasrul Syafruddin bersama La Tellu setelah vonis bebas di PN Nunukan
Hasrul Syafruddin bersama La Tellu setelah vonis bebas di PN Nunukan
Topik Populer
#Gempa Palu

KORANSERUYA.COM — La Tellu Bin Mustakim (73) kakek asal Kabupaten Barru Sulsel, tidak dapat menyembunyikan kebahagiannya. Setelah divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Nunukan, Selasa (8/8), dia menangis dan langsung sujud syukur. Dia sudah menjalani penahanan kurang lebih 8 bulan.

BACA JUGA : Tersangkut Narkoba, 5 Wanita Tahanan Polres Dititip di Lapas

La Tellu yang selama ini menjadi TKW di Malaysia, didakwa membawa paket narkoba dari negeri jiran, Malaysia. Kejadiannya, pada 13 Januari 2017 lalu. Saat itu, La Tellu yang menumpang KM Katalia, tujuan Parepare ditangkap Satuan Narkoba Polres Nunukan. Polisi menemukan sabu seberat 50 gram yang tersimpan dalam karung yang diluarnya tertulis nama La Tellu.

Fakta dipersidangan terungkap bahwa, terdakwa sama sekali tidak mengetahui sumber sabu tersebut. La Tellu mengaku karung tersebut adalah titipan dari kemanakannya di Malaysia yang tidak sempat dia periksa. Sejumlah saksi yang dihadirkan di persidangan juga tidak mampu meyakinkan majelis hakim bahwa barang haram tersebut adalah milik La Tellu.

Lantas siapa yang paling berperan atas kebebasannya? Ternyata, selama ini La Tellu banyak berkonsultasi dengan Hasrul Syafruddin, pengacaranya. Diketahui, Hasrul adalah pengacara kelahiran, Mawa, Palopo yang berkiprah di Nunukan sejak beberapa tahun silam.

BACA JUGA : Bersaing di Pilgub, Cakka-Aziz Tunjukkan Keakraban…

Lelaki 37 tahun ini mengaku ditunjuk sebagai pengacara La Tellu atas perintah Ketua Majelis Hakim Pengadilan negeri Nunukan. ” Setelah kasusnya saya pelajari, saya berkeyakinan bahwa kakek La Tellu memang benar tidak terlibat dalam kasus ini,” katanya saat dihubungi via ponselnya, Jumat (9/8).

BACA JUGA : Wow, KPU Palopo Bakal Hadirkan Najwa Shihab di Debat Kandidat Pilkada

Dia mengaku ikhlas mendampingi La Tellu lantaran tidak punya sanak keluarga di Nunukan tempatnya ditahan. Makanya, Hasrul yang juga mantan wartawan salah satu koran di Palopo ini bertekad menegakkan keadilan. La Tellu harus bebas. ” Alhamdulillah, majelis hakim membebaskan terdakwa,” katanya.




Hasrul menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Satria Makassar jurusan hukum. Dia kemudian merantau ke Nunukan. Beberapa tahun lamanya dia bergabung dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan menjadi anggota Peradi (Persatuan Advokat Indonesia). Sekitar satu tahun lalu, Hasrul sudah mendirikan kantor pengacara ‘ Law Office Hasrul and Parner’ di Nunukan. ” Sudah banyak perkara yang saya tangani dan alhamdulillah banyak kilen saya yang bebas,” katanya. (adn)