Djm Djuli Mambaya
Djm Djuli Mambaya
Topik Populer
#Gempa Palu

KORANSERUYA.COM — Setelah melaporkan penganiayaan yang menimpa bakal calon gubernur Sulsel, Djuli Mambaya (DJM), kini melalui kuasa hukumnya, Jeriko, mendesak kepada Polres Tana Toraja untuk segera menahan pelaku, John Rende Mangontan.

Saat ini John tercatat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Papua. Adapun DJM masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua.

” Alat bukti sudah cukup untuk menahan pelaku. Ada visum dokter, keterangan korban dan keterangan sejumlah saksi,” kata Jeriko kepada Koranseruya.com, Rabu (27/9).

Sebelumnya, John secara tiba-tiba memukul DJM saat menghadiri Pertemuan Raya (Praya) X Persekutuan Pemuda Gereja Toraja di Toraja Utara, Senin (25/9). Insiden itu disaksikan ribuan orang yang menghadiri acara ini.

Akibat penganiayaan tersebut, pipi kanan DJM mengalami memar. ” Tindakan pelaku sama sekali tidak dibenarkan hukum. Makanya, kami mendesak agar segera dilakukan penahanan. Jangan sampai ini menjadi preseden buruk ke depannya,” tegasnya.

Selain melaporkan kasus penganiayaan, Kamis (28/9) besok, Jeriko bersama relawan dan laskar muda DJM juga berencana melaporkan pengancaman yang dilontarkan pelaku kepada DJM. Tidak tanggung-tanggung, pengancaman tersebut akan dilaporkan di Mapolda Sulsel.

” Banyak pejabat dan orang yang melihat dan mendengar ancaman pelaku kepada korban usai penganiayaan. Kami melapor ke Mapolda Sulsel agar kasus ini segera diselesaikan sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

BACA JUGA : Balon Gubernur Sulsel Kenapa Pukul di Acara Praya, DJM : Biar Diproses Hukum

Pemicu kasus ini diduga lantaran John emosi status DJM di media sosial facebook yang kerap menyerang pribadinya.

Selasa (26/9) siang kemarin John juga melaporkan DJM ke Mapolres Tana Toraja. Dia melapor dengan tuduhan pengancaman dan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh DJM di salah satu grup di facebook. John sendiri melalui akun facebooknya sudah meminta maaf atas tindakan yang dilakukannya. Menurutnya, itu adalah spontanitas.

DJM mengaku sudah memaafkan pelaku. Soal proses hukum dia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat yang berwenang. Kasatreskrim Polres Tana Toraja, AKP Jhon Paerungan, belum bisa dimintai keterangannya terkait kasus ini.

Beberapa waktu lalu DJM sudah menyatakan sikap untuk maju di pilgub Sulsel 2018. Balihonya sudah tersebar di berbagai tempat. Termasuk sejumlah posko pemenangan di beberapa daerah. Hanya saja, melihat kondisi politik yang terjadi DJM dikabarkan mengurungkan niatnya dan kini fokus sebagai Kadis PU di Provinsi Papua. (adn)