Peserta pelatihan Perceptor Mentor berfoto bersama. (ft/ist)
Peserta pelatihan Perceptor Mentor berfoto bersama. (ft/ist)
Topik Populer
#Gempa Palu

STIKES Mega Buana menggandeng Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND) Pusat menyelenggarakan pelatihan Preseptor Mentor. STIKES Mega Buana Palopo bekerjasama dengan menyelenggarakan pelatihan perceptor mentor (pembimbing klinik).

Pelatihan ini diselenggarakan selama dua hari, 1-2 Oktober 2016 di Rumah Sakit Mega Buana Palopo. Pelatihan ini diikuti 50 lulusan (alumni) STIKES Mega Buana dari beberapa angkatan mulai lulusan 2009 sampai 2016 yang bekerja di rumah sakit, puskesmas, bidan praktik mandiri (BPM) dan dosen di perguruan tinggi kesehatan.

Narasumber dari AIPKIND Pusat (Jakarta) yaitu Aticeh dan Gita Nirmalasari. Acara dibuka Ketua STIKES Mega Buana Palopo, Nilawati Uly. Dalam sambutannya Nilawati mengatakan tujuan dilakukannya pelatihan Preceptor Mentor ini sebagai salah satu upaya STIKES Mega Buana dalam meningkatkan kualitas dan kinerja lulusannya dalam bekerja.

“Sehingga mereka lebih berkualitas dan berkompeten dalam memberikan asuhan kebidanan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan,” kata Nilawati Uly.

Ia menjelaskan sejak 22 Maret 2016 STIKES Mega Buana telah memiliki bagian pusat karir. Bagian ini mengurusi mahasiswa dan lulusan dalam mengikuti pelatihan untuk membekali, membimbing mahasiswa dan lulusan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Termasuk para lulusan yang sudah bekerja untuk lebih berkualitas dan berkompeten di bidangnya masing-masing.

“Juga sebagai mediator bagi perusahaan dan calon tenaga kerja (lulusan STIKES Mega Buana) dan sebagai pusat pengembangan karir dan kerja,” jelasnya.

Walaupun sejak meluluskan alumni dari tahun 2010 sampai sekarang STIKES Mega Buana secara intensif membekali lulusannya dengan pelatihan-pelatihan seperti Pekerti dan AA untuk calon dosen, BTCLS untuk perawat, dengan adanya unit Pusat Karir ini lebih banyak pelatihan-pelatihan lagi yang bisa dilaksanakan. “Unite pusat karir ini membantu melakukan tracer study bagi para lulusan STIKES Mega Buana,” pungkasnya.

Pengurus AIPKIND Pusat, Aticeh mengatakan pelatihan Preseptor Mentor ini sangat bermanfaat bagi pembimbing klinik untuk memahami perannya sebagai preseptor, menguasai kompetensi praktik kebidanan sesuai dengan evidance based secara komprehensif.

“Kalau sertifikat Pekerti sebagai SIM mengajar untuk dosen, Preseptor mentor sebagai SIM bagi pembimbing klinik dan karena pelatihan ini diadakan oleh AIPKIND Pusat sehingga sertifikat peserta berlaku secara nasional. Kami sangat mengapresiasi terhadap STIKES Mega Buana yang telah memfasilitasi pelatihan ini,” kata Aticeh. (*)