Simulasi kebakaran di PN Malili, Lutim, Jumat (24/3/2017). | POJOKSULSEL - BAYU
Simulasi kebakaran di PN Malili, Lutim, Jumat (24/3/2017). | POJOKSULSEL - BAYU

KORAN SeruYA–Kobaran api tiba-tiba membakar lantai 2 Kantor Pengadilan Negeri (PN) Malili, Luwu Timur (Lutim), Jumat (24/3/2017). Kobaran api terjadi di ruangan Wakil Ketua PN Malili. Sidang yang sementara berlangsung pun bubar.

Mereka yang menghadiri persidangan kocar-kacir. Staf beserta Hakim PN Malili berlarian keluar kantor setelah mendengar pengumuman. Saat upaya penyelamatan Tim pemadam kebakaran dari Fire & Rescue PT Vale, Damkar Lutim beserta Manggala Agni terlihat melakukan evakuasi warga dan staff yang masih berada di dalam gedung.

Seorang staf terjebak amukan api di ruangan Wakil Ketua PN Malili. Tim berupaya menyelamatan dan menandu korban keluar di halaman PN sekaligus memberikan perawatan medis.

Api berhasil dipadamkan dua jam kemudian. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

Beruntung, kebakaran di PN malili itu hanya simulasi. Simulasi Kebakaran yang berlangsung selama dua hari ini digelar PN Malili, yang melibatkan Tim Fire & Rescue PT Vale, Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Lutim bersama satuan Manggala Agni.

“Kegiatan ini merupakan prinsip pencegahan antisipasi bencana sejak awal, walaupun kami tidak punya program kerja khusus untuk ini, tapi ide ini semata-mata supaya bisa memicu atau memacu instansi lain ikut berperan. Karena bagaimana pun Luwu Timur ini adalah daerah rawan bencana, yang dari awal prinsip pencegahan itu utama, di banding prinsip setelah kejadian, pada intinya belajar menggunakan alat seperti alat pemadam api ringan (Apar), serta mengevakuasi dan menyelamatkan korban,” jelas Ketua Pengadilan Negeri Lutim Khaerul.

Dia mengakui, di PN Malili alat pemadam api ringan (APAR) masih terbilang kurang, tetapi alat itu akan diupayakan dan segera dimiliki karena hal tersebut sangat penting.

Sehari sebelumnya, hari pertama kegiatan simulasi, sejumlah pegawai PN diberikan teori atau pembekalan penanganan kebakaran tingkat dasar, yang di pandu selaku instruktur training dari pihak Fire & Rescue PT. Vale.

Tujuannya, untuk mencegah dampak kebakaran sejak dini, dalam artian sebelum petugas kebakaran datang, pihak instansi terkena bencana kebakaran sudah dapat menangani terlebih dahulu.

Selain dikenalkan peralatan dasar pemadaam api, seperti APAR yang disemprotkan juga memperagakan cara pemadaman api secara langsung di halaman Kantor PN Malili. (pojoksulsel/seruYA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

1 × 2 =