Aparat Kepolisian dari Polres Tana Toraja membongkar kebun ganja milik salah seorang karyawan perusahaan pembiayaan di daerah itu, Kamis (16/3/2017) lalu. Bahkan, polisi menemukan 2 kebun ganja di Tana Toraja dan Toraja Utara. Beberapa pohon ganja dalam kebun tersebut ada yang tingginya sudah mencapai 2 meter lebih.
Aparat Kepolisian dari Polres Tana Toraja membongkar kebun ganja milik salah seorang karyawan perusahaan pembiayaan di daerah itu, Kamis (16/3/2017) lalu. Bahkan, polisi menemukan 2 kebun ganja di Tana Toraja dan Toraja Utara. Beberapa pohon ganja dalam kebun tersebut ada yang tingginya sudah mencapai 2 meter lebih.

KORAN SeruYA–Aparat Kepolisian dari Polres Tana Toraja membongkar kebun ganja milik salah seorang karyawan perusahaan pembiayaan di daerah itu, Kamis (16/3/2017) lalu. Bahkan, polisi menemukan 2 kebun ganja di Tana Toraja dan Toraja Utara. Beberapa pohon ganja dalam kebun tersebut ada yang tingginya sudah mencapai 2 meter lebih.

Polisi meringkus dua warga setempat sebagai pemilik kebun ganja tersebut. Namun, salah seorang warga diduga pemilik kebun ganja kedua yang dibongkar polisi di daerah Toraja Utara, bernama Rustam, melarikan diri.

 

 Tanaman ganja setinggi 2 meter ditanam dalam pot dan beberapa tanaman ganja ditanam dalam pot bekas mie instan disita polisi di Tana Toraja.

Tanaman ganja setinggi 2 meter ditanam dalam pot dan beberapa tanaman ganja ditanam dalam pot bekas mie instan disita polisi di Tana Toraja.

Sementara dua pelaku yang diamankan, masing-masing Diki Hariadi, 18 tahun, karyawan salah satu perusahaan pembiayaan di Rantepao, dan Yafet Lapin Sambolinggi, 26 tahun.

Bagaimana muasalnya hingga polisi membongkar kebun ganja ini? Penangkapan Diki dan Yafet, berawal dari kecuriaan polisi adanya warga yang diduga sering mengonsumsi ganja. Anggota Polres Tana Toraja selanjutnya menggerebek rumah di Rantelemo.

Benar saja, polisi menemukan dua orang yang sedang mengkonsumsi ‘daun ketawa’ itu. Hasil interogasi keduanya, mereka mengaku
menanam pohon ganja di atas gunung untuk konsumsi sendiri.

Selanjutnya, sekira pukul 15.00 Wita, Kamis (16/3/2017), anggota Polres Tana Toraja naik ke gunung di daerah Lemo. Di lokasi itu, polisi menemukan pohon ganja yang ditanam di dalam pot. Lokasi tanaman ganja dalam pot setinggi 2 meter itu berada di atas gunung dekat objek wisata Lemo.

Penelusuran polisi tak hanya sampai pada ganja dalam pot setinggi 2 meter itu. Polisi melakukan pengembangan ke wilayah Lembang Sapan Kua-kua Paniki, Kecamatan Buntao, Kabupaten Toraja Utara.

Temuan polisi lebih menghebohkan lagi. Di lokasi ini, polisi menemukan kebun ganja. Ada sekitar 39 batang pohon ganja yg ditanam di depan rumah warga bernama Rustam. Ditemukan pula bibit ganja dalam pot bekas mi instan sebanyak 15 buah.

Hanya saja, polisi tak menemukan Rustam. Diduga, tersangka sudah melarikan diri. Polisi masih mengembangkan kasus kebun ganja di daerah Toraja, yakni Tana Toraja dan Toraja Utara karena tidak menutup kemungkinan ada kebun ganja lainnya. (cbd)