Jasad Martina Martina saat ditemukan di semak belukar hutan pinus Marrang, Kelurahan Tampo, Kecamatan Mengkendek, Selasa malam (19/12/2017) lalu.
Jasad Martina Martina saat ditemukan di semak belukar hutan pinus Marrang, Kelurahan Tampo, Kecamatan Mengkendek, Selasa malam (19/12/2017) lalu.
Topik Populer
#Gempa Palu

KORANSERUYA.COM–Kasus kematian tragis Martina Marni, 23 tahun, mahasiswi UKI Toraja masih menyisahkan tanda tanya besar siapa pelakunya. Meski sudah tiga hari kejadiannya, belum diketahui dalang dibalik kasus tragis ini.

Polisi dari Polres Tana Toraja masih kesulitan mengungkap pembunuhnya. Padahal, polisi sudah melakukan gelar perkara untuk memperdalam fakta-fakta dan bukti-bukti yang telah ditemukan.

Kapolres Tana Toraja, AKBNP Julianto P Sirait, mengakui, jika pihaknya belum mengungkap pelakunya. Polisi, kata dia, maish menyelidikinya.

(BERITA TERKAIT): Berduka karena Rekannya Dibunuh, Mahasiswa UKI Toraja Gelar Aksi Seribu Lilin untuk Martina Marni

“Kita masih kami selidiki terus,” kata Kapolres Tana Toraja, AKBP Julianto P Sirait, Jumat (22/12/2017).

Julianto mengatakan penyidik dari Polres dan Tim Forensik akan menggelar perkara berkaitan dengan kasus tersebut. Polisi akan memperdalam fakta-fakta dan bukti-bukti yang ada di lokasi kejadian.

“Sudah lebih 10 saksi kita periksa. Saya akan kumpulkan penyidiknya untuk mendalami kasus tersebut,” Julianto

Dia mengungkapkan pihaknya belum bisa menemukan petunjuk soal pelaku pembunuhan. Minimnya saksi menjadi kendala polisi dalam mengungkap kasus tersebut.

“Kita upayakan segera dan secepat mungkin menggungkap motif dan pelaku kasus pembunuhan ini,” pungkas mantan bareskrim polri ini.

(BERITA TERKAIT): INNALILLAHI! Mahasiswi UKI Toraja Ditemukan Tewas di Hutan Pinus, Tubuhnya Penuh Luka Tikaman

Informasi yang dihimpun korban meninggalkan rumah sejak pukul 07.00 wita. Ia pamit hendak pergi kampus untuk kuliah. Namun karena tak kunjung pulang ke rumah, warga pun beramai ramai melakukan pencarian. Alhasil, Marni sudah ditemukan tak bernyawa pada sore harinya oleh warga sekitar pukul 17.45 Wita

“Pagi-pagi sekali dia sudah pamit tinggalkan rumah mau ke Kampus. Ia janjian sama temannya ketemu di Mebali. Tapi temannya heran karena jam 8 nomor korban sudah tidak aktif. Ada luka robek di bahagian belakang. Tadi ditrmukan warga sekitar pukul 17.45 wita,” kata Mama Jefry salah satu keluarga korban.

Untuk diketahui, Selasa (19/12/2017) sore, seorang mahasiswi Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja yang diketahui bernama Marni (23), jurusan Bahasa Inggris semester tujuh, ditemukan tewas bersimbah darah di kawasan hutan pinus, Marrang, Kecamatan Mengkendek Tana Toraja. Diduga Marni merupakan korban pembunuhan dengan sejumlah tusukan benda tajam di tubuhnya. (*/cbd)