ilustrasi
ilustrasi
Koranseruya.com — Hingga saat ini, Polres Luwu Utara masih mendalami dugaan korupsi pengadaan alkes RSUD Andi Djemma Masamba tahun 2016.
Sejumlah pihak terkait telah dimintai keterangannya, salah satunya Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Andi Djemma Masamba, Rusfan Ramli.
Kanit Tipikor Polres Luwu Utara, Ipda Abdul Latif baru-baru ini mengatakan pihaknya telah memanggil Rusfan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Lasuge untuk penyelidikan.
“Penyelidikan mulai dilakukan pekan lalu. Direktur, PPK, dan pejabat teknis pengadaan Alkes sudah kami panggil untuk mengklarifikasi dugaan ini,” kata Latif.
Klarifikasi dan penyelidikan pengadaan alkes tahun 2016 dilakukan karena Dana Alokasi Khusus (DAK) yang digunakan cukup besar dan terindikasi terjadi dugaan penyalahgunaan anggaran.
“Pagu proyek pengadaan Alkes itu Rp2.930.196.300. Saat lelang dimenangkan CV Rambi Jaya yang beralamat di Jakarta dengan nilai penawaran Rp2.915.286.000,” kata Latif.
Terpisah, Plt Direktur RSUD Andi Djemma Masamba, Rusfan Ramli, mengakui pernah diperiksa Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Luwu Utara.
“Saya sudah pernah dimintai keterangan oleh polisi. Silahkan kita tanya langsung ke PPK-nya, Pak Lasuge,” kata Rusfan lemarin. (*/asm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven + seventeen =