Mayat Ati (45) warga SP 3, Desa Buangin, Kecamatan Towuti, yang ditemukan tewas, Selasa (7/3) pagi lalu, saat ditemukan di kebunnya.
Mayat Ati (45) warga SP 3, Desa Buangin, Kecamatan Towuti, yang ditemukan tewas, Selasa (7/3) pagi lalu, saat ditemukan di kebunnya.
Koranseruya.com — Hingga saat ini, pelaku pembunuhan Ati (45) warga SP 3, Desa Buangin, Kecamatan Towuti, yang ditemukan tewas, Selasa (7/3) di kebun merica masih bebas berkeliaran. Polres nampaknya masih kesulitan melacak keberadaan pelaku.
“Belum ditemukan. Anggota masih melakukan pengejaran,” kata Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, Iptu Akbar Andi Malloroang  kemarin.
Diberitakan sebelumnya, jajaran Polres Luwu Timur memburu Randi (45) suami dari Ati (45) warga SP 3, Desa Buangin, Kecamatan Towuti, yang ditemukan tewas, Selasa (7/3) pagi. Petani tersebut diduga kuat membunuh istrinya kemudian melarikan diri.
Sejumlah tetangganya juga mengaku sejak beberapa hari terakhir, Randi, menghilang menggunakan sebuah sepeda motor Honda Revo Repsol warna orange. ” Anggota sudah menyebar untuk mencari keberadaan pelaku,” kata Kaur Reskrim Polres Luwu Timur, Iptu Agusman, saat dihubungi via ponselnya saat itu.
Saat ditemukan, kondisi korban sudah busuk dan membengkak. Posisinya telentang dibungkus terpal warna hijau dan ditutupi seng di bawah kolong rumah kebun merica. Hasil autopsi polisi menyebutkan, di kepala bagian belakang korban ada luka bekas sayatan sepanjang beberapa centimeter. Korban diduga dibunuh dua hari lalu.
Diduga kuat pelakunya adalah suami korban. Informasi yang dihimpun, keduanya baru beberapa bulan berkebun merica di Desa Buangin. Sebelumnya, pasangan ini merantau ke Kalimantan.
” Menurut warga keduanya baru membuka kebun merica. Pasangan ini tidak punya anak dan tinggal di rumah kebun,” kata Agusman.
Hingga kemarin, polisi masih terlihat di Tempat Kejadian Perkara (TKP)  untuk melakukan olah TKP. Di sekitar rumah juga sudah dipasangi garis polisi. Agusman mengatakan, pihaknya kesulitan melacak keberadaan suami pelaku. ” Tetangganya juga tidak ada yang melihatnya. No handphone yang selama ini digunakan sudah tidak aktif,” katanya.
Keluarga korban,  Usman Sadik mengatakan, korban saat ini telah dipersiapkan untuk diotopsi karena telah ditemukan adanya luka dibagian leher akibat terkena benda tajam. “Polisi juga sudah berada di TKP dan diperkirakan kejadian tersebut sudah dua hari,” ungkapnya.
Selama ini, kata legislator PAN Luwu Timur, korban bersama dengan suaminya berada dikebun. Saat ditemukan jenasah korban, suami sudah tidak berada dikebun dan pergi dengan mengendarai sepeda motor. Handphone suaminya (Randi) juga sudah tidak aktif saat dihubungi.  “Mudah – mudahan jajaran polisi Polres Luwu Timur segera mengungkap pelakunya. Keluarga sudah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” ungkap Usman.
Aswan, warga setempat yang pertama kali menemukan korban mengatakan saat mendatangi rumah kebun tersebut bau busuk menyengat dan dikerumuni lalat. Saat ditelusuri dia curiga terhadap benda yang ditutupi di bawah kolong rumah. Setelah didekati terlihat kaki korban. Penemuan itupun langsung disampaikan kepada kepala desa yang selanjutnya menghubungi polisi. (asm)