Sejumlah siswa SMAN 2 Palopo nampak serius mengedit film pendek yang akan dilombakan di Palopo Youth Fest.
Sejumlah siswa SMAN 2 Palopo nampak serius mengedit film pendek yang akan dilombakan di Palopo Youth Fest.

LAPORAN: Ayu Astari Iksan, Palopo

KORAN SeruYA–Siswa-siswi SMAN 2 Kota Palopo meraih juara III pada festival film pendek di ajang Palopo Youth Festival 2016 dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober lalu. Even ini diadakan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Palopo.

Dalam menyelesaikan produksi filmnya, siswa SMAN 2 dibina guru Geografi yang juga salah satu pembina OSIS, Muhammad Zulkifili. Kreativitas siswa menjadi penulis skenario sampai editor film dibimbing olehnya. Siswa kelas XI dan XII dilibatkan dalam pembuatan film ini.

“Syukurnya saya dan beberapa guru lain tidak sulit membimbing mereka (siswa), mereka sudah bisa profesional. Apalagi mereka juga sudah punya pengetahuan dasar dalam hal mengedit film, jadi tinggal diarahkan saja,” ujar pembina OSIS, Muhammad Zulkifli saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/11).

Guru yang akrab disapa Zul ini menambahkan, dalam lomba film pendek ini, SMAN 2 Palopo membuat dua film yang bertema Pemuda. Judul pertama ialah ‘Senyum di balik Sampah’ dan film keduanya berjudul ‘Metamorfosa’. Dua film yang diperlombakan memiliki pesan yang berbeda dan pesan yang disampaikan tersebut bermakna bagi kaum muda.

“Film ‘Senyum di balik Sampah’ bukan cuma bagi para pemuda tapi semua lapisan masyarakat, jangan membuang sampah di sembarang tempat. Kalau film ‘Metamorfosa’ pesannya ialah sebagai generasi muda harus mengalami perubahan ke arah positif,” jelas Zul.

Bercerita mengenai kedua film siswanya, ‘Senyum di balik Sampah’ kata Zul menceritakan seorang siswi yang tidak peka terhadap lingkungan. Pada akhirnya siswi tersebut mengalami sakit karena lingkungan yang tidak sehat.

Sementara itu, ‘Metamorfosa’ menceritakan perubahan karakter dari seorang siswi menuju proses pendewasaan. Karena pendalaman karakter dari para tokoh dan alur cerita yang menarik, sehingga berdasarkan penilaian panitia pelaksana Palopo Youth Festival 2016 “Creativity, fun and Solidarity” sehingga SMAN 2 Palopo dinobatkan sebagai peraih juara III dalam Festival film pendek tersebut.

Para tokoh pemain yaitu siswa SMAN 2 menyelesaikan film pendeknya tidak menyita waktu lama, kekompakan antar tokoh pada saat pengambilan gambar tidak melakukan pengulangan hingga beberapa kali karena sebelumnya siswa telah menghafal naskah masing-masing.

Lokasi yang dipilih juga tidak lepas dari lingkungan SMAN 2 dan proses pengeditan dilakukan secara bersama di ruangan OSIS dan tetap dalam binaan Zulkifli. Alhasil film pendek siswa SMAN 2 dapat menghibur masyarakat. (ayu/kin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen + 3 =