Konfrensi pers Staf medis RSUD Tenriawaru Bone

KORANSERUYA.COM–Puluhan dokter di RSUD Tenriawaru ‘mogok’ pelayanan elektif, (bukan pelayanan emergensi) di rumah sakit daerah tersebut.

Mereka yang tergabung dalam Staf Medis tersebut menyebut pengelolaan keuangan oleh Manajemen RSUD Tenriawaru tidak transparan.

Perwakilan Staf Medis dalam konfrensi pers mengatakan kondisi tersebut telah terjadi bertahun-tahun lamanya dan tidak ada komunikasi yang efektif antara manajemen rumah sakit dengan staf medis.

“Bahkan direktur RS hampir tidak pernah ikut rapat komite medik atau rapat lain yang melibatkan komite medik,sehingga tidak terjadi sinergi yang baik antara usulan program dari staf medis dengan bagian perencanaan, keuangan, hingga eksekusi oleh pimpinan,” kata perwakilan Staf medis pada saat konfrensi pers di RSUD Tenriawaru, Selasa 21 November 2017.

Selain itu, perubahan Perbup No 7 Tahun 2014 tentang Remunerasi Di RSUD Tenriawaru juga menjadi alasan Staf Medik melalukan aksi mogok pelayanan elektif,karena sejak diberlakukan Perbup tersebut ditahun 2014 belum pernah direvisi, padahal sesuai dengan amanat di dalam Perbup itu sendiri di evaluasi setiap tahun.

“Faktanya tidak ada informasi laporan keuangan yang disampaikan ke kelompok staf medis, dasar pembagian jasa dan remuinerasi tidak jelas, rincian pembagian jasa dan remunerasi tidak mau dibuka serta tidak ada laporan pengawas internal terkait pengelolaan keuangan BLUD RSUD Tenriawaru Bone,” kata juru bicara staf medis.

Humas RSUD Tenriawaru, Ramly enggan berkomentar terkait masalah tersebut, saat ditemui di RSUD Tenriawaru pejabat rumah sakit tersebut mempersilahkan awak media untuk bertemu langsung dengan staf medik di salah satu ruang di RSUD yang dijadikan lokasi konfrensi pers. (abdulwarishasrat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

16 − two =