Rakhmat Kasjim
Rakhmat Kasjim
Topik Populer
#Gempa Palu

PANTANG Menyerah. Kata ini tepat disematkan untuk sosok pengusaha asal Belopa, Kabupaten Luwu, Rakhmat Kasjim. Betapa tidak, gagal pada pileg 2015 silam, tak membuat dirinya patah semangat. Pada pileg 2019 mendatang, ia kembali bertarung untuk meraih satu kursi di DPRD Sulsel.

Rakhmat bergabung dengan Partai Nasdem, No urut 5 Dapil 11 Luwu Raya meliputi Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu Timur. Pada pileg lalu, suaranya cukup signifikan. Hanya kalah tipis sekitar 200 suara dari Muhammad Radjab, yang kini duduk di DPRD Sulsel. ” Bagi saya, gagal adalah perjuangan yang tertunda. Saya kembali maju untuk bertarung,” katanya, Senin (09/10/2018), kemarin.

Rakhmat mengaku sebenarnya dirinya sempat berfikir ingin fokus mengembangkan sejumlah usahanya. Hanya saja, karena dorongan dari kerabat dan keluarga serta masyarakat yang begitu besar, diapun luluh. Menurutnya, amanah dari masyarakat dan kepercayaan dari masyarakat tak boleh disia-siakan. ” Akhirnya, Bismillah. Saya putuskan untuk maju,” kata Ketua Hiswana Migas Palopo ini. Dia mengaku tak muluk-muluk menjanjikan ke masyarakat jika terpilih sebagai wakil rakyat.

Owner air minum kemasan, Asera ini mengatakan, karena dirinya berlatar belakang pengusaha, ia akan fokus pada pengembangan ekonomi di Luwu Raya. Menurutnya, potensi ekonomi di daerah ini sangat banyak. Namun, belum dimanfaatkan dengan maksimal untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. ” Saya akan menjadi penyambung lidah rakyat ke pemerintah. Saya akan fokus untuk pengembangan ekonomi jika terpilih nanti. Potensi yang ada di Luwu Raya mesti dikembangkan,” ujarnya.

Saat ini, tim dan relawan RK, begitu dia akrab disapa sudah tersebar di sejumlah kecamatan. Belum lagi jaringan keluarganya di beberapa daerah. Dia mengatakan, tim dan relawan tersebut terbentuk dengan sendirinya tanpa ada campur tangan darinya. Menurutnya, dengan program yang jelas dan terarah, masyarakat sudah tahu mana figur yang tepat untuk menjadi wakilnya di parlemen.

” Saya sampaikan ke tim untuk menjual program. Bukan menawarkan sejumlah uang agar dipilih. Alhamdulillah, respon masyarakat sangat positif,” kata lelaki kelahiran tahun 1979 ini. (jun)