Pegawai Bapenda Palopo saat melakukan penagihan pajak reklame.
Topik Populer
#Gempa Palu

KORANSERUYA.COM — Hingga Juli kemarin realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) berjalan cukup baik. Jika di total secara keseluruhan dari sembilan kecamatan yang ada di Kota Palopo, pendapatan daerah dari sektor PBB sebanyak Rp1.928.323.452 atau 49,36 persen dari target yang telah ditentukan.

BACA JUGA :Asiikkk… Tunjangan Anggota Dewan Naik, Plus Tambahan Dua Tunjangan Baru

Kecamatan Mungkajang merupakan kecamatan yang paling tertinggi realisasi PBB-nya sejauh ini sebesar 72 persen. Sementara terendah ialah Kecamatan Wara Utara dengan realisasi senilai Rp248.243.395 atau sebesar 43,04 persen. Perbedaan itu tentunya dipengaruhi oleh target masing-masing kecamatan. Target PBB Kecamatan Mungkajang memang empat kali lebih sedikit dibanding Kecamatan Wara Utara. Sementara untuk Kecamatan Wara yang pokok PBB-nya terbanyak (lihat tabel), per juli kemarin telah terealisasi sebanyak 43,81 persen.




Untuk tingkat kelurahan sendiri, hanya Kelurahan Padang Lambe, Kecamatan Wara Barat yang pada bulan Juni lalu telah merealisasikan seluruh PBB-nya, yakni 100 persen. Ini juga didukung karena memang Kelurahan Padang Lambe merupakan kelurahan yang pokok PBB-nya terendah, hanya Rp10 juta lebih.

Kepala Bidang Pelayanan dan Penagihan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palopo, Irfan Dahri,S.Tp kepada Koranseruya.com Rabu (2/8) mengatakan jatuh tempo pelunasan PBB hingga 31 Oktober mendatang. Lewat dari itu, warga akan dikenakan denda sebesar 2 persen dari total PBB.

BACA JUGA :Garuda Akhirnya Buka Penerbangan ke Bua Luwu

“Kendala kolektor di kelurahan yang ada selama ini ialah, warga yang punya tanah dan rumah tidak berada di tempat. Tanahnya di Palopo tapi orangnya tinggal di tempat lain, sehingga ini menjadi kendala teman-teman kolektor di masing-masing kelurahan,” kata Irfan. (asm)