Wakil Walikota Palopo, Rahmat Masri Bandaso bersama Direktur Utama Koran SeruYA, Chaerul Baderu di redaksi Koran SeruYA, Kamis (08/11/2018) petang.
Wakil Walikota Palopo, Rahmat Masri Bandaso bersama Direktur Utama Koran SeruYA, Chaerul Baderu di redaksi Koran SeruYA, Kamis (08/11/2018) petang.

PALOPO — Wakil Walikota Palopo, Rahmat Masri Bandaso, mengungkapkan beberapa hari terakhir ini muncul isu yang menyebut dirinya mulai membangun kekuatan baru. Ia dituding mempersiapkan diri untuk suksesi Palopo lima tahun ke depan. ” Saya memang mendengar seperti itu. Tapi saya bukan orang yang ambisius. Pak Wali sudah saya anggap sebagai orang tua sendiri,” katanya saat bertandang ke Koran SeruYA, Kamis (08/11/2018) petang.

Pria yang akrab disapa RMB itu mengatakan, dirinya sangat menjaga harmonisasi hubungannya dengan Judas Amir sebagai Walikota. Makanya, dia tahu menempatkan segala sesuatunya sesuai dengan porsinya sebagai wakil walikota. ” Setiap ada sesuatu saya minta petunjuk ke beliau. Saya tahu sampai dimana batas-batas kewenangan sebagai wakil. Mari kita membangun Palopo supaya kondusif,” ujarnya mantan Wakil Walikota pada era Tenriadjeng ini.

Saat berkunjung ke Koran SeruYA, RMB diterima oleh Direktur Koran SeruYA, Chaerul Baderu. Pada kesempatan itu, RMB juga mengungkapkan sejumlah rencananya agar Palopo lebih baik ke depan. Salah satunya adalah dengan Palopo sebagai Kota Industri Pendidikan. Beberapa waktu lalu, mantan Ketua DPRD Palopo ini berkunjung ke kota Malang. Di kota penghasil apel itu, setiap tahun dari sektor pendidikan bisa meraup pendapatan sebesar Rp 1 triliun.

Palopo kata dia sebagai sentral di bagian utara Sulsel bisa mewujudkan itu. Apalagi dengan banyaknya sekolah tinggi dan universitas yang ada di daerah berjuluk idaman ini. ” Kita memberikan kemudahan bagi yang ingin mendirikan kampus dan sekolah-sekolah tinggi. Bayangkan, dengan banyaknya mahasiswa dari daerah lain yang datang, uang akan mengalir. Saat ini tercatat jumlah mahasiswa asal daerah lain di Palopo sudah puluhan ribu orang,” kata RMB yang masih aktif sebagai dosen di sejumlah kampus di kota Palopo ini.

RMB juga mengungkapkan keinginannya untuk memberdayakan mahasiswa. Misalnya dengan mengadakan penghijauan di hulu sungai. Selain bermanfaat bagi lingkungan, mahasiswa yang kerap menggelar unjuk rasa juga punya kesibukan lain. ” Saya juga pernah menjadi aktivis pada masa kuliah dulu. Saya mengajak kepada mahasiswa. Ayo kita bersama-sama melakukan penghijauan,” ujarnya.

RMB mengatakan, ada beberapa janjinya kepada masyarakat saat kampanye beberapa waktu lalu. Salah satunya adalah menjumpai kembali masyarakat di daerah Minjana Kecamatan Sendana. ” Kita akan bermalam di sana bersama warga. Dulu saya memang berjanji. Mengenai jadwalnya, kita akan mencari waktu yang tepat,” katanya. (adn)