LUWU – Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak (SBj) bersama seluruh kepala daerah di Sulawesi Selatan meneken perencanaan Pembangunan Rendah Karbon (PPRK).

Momen ini menjadi bagian penting pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tingkat Provinsi tahun 2020 di Balloom Hotel Claro Makassar, Kamis (11/04/2019).

Pemerintah bakal mulai mengimplementasikan pembangunan rendah karbon pada 2020. PPRK Indonesia ini akan dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Pemerintah menginginkan agar target pembangunan dan pengentasan kemiskinan tetap tercapai tanpa mengorbankan lingkungan hidup.

Momentum ini, dijadikan kesempatan SBj untuk mendorong usulan pembangunan infrastruktur jalan sebagaimana permintaan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah yang mengimbau agar kabupaten memberi data sarana jalan yang butuh bantuan sebagai acuan pemerintah propinsi turunkan bantuan dana ke daerah.

“Untuk anggaran 2020, kami usulankan pembangunan jalan Latimojong-Bastem dan Basten Utara yang menghubungkan Toraja Utara serta jalan ke Lempe Pasang Walenrang Barat yang menghubungkan Seko,” ungkap SBj.

Sementara itu, Gubernur Nurdin Abdullah di depan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menjelaskan sejumlah program prioritas yang dianggarkan di tahun 2019, termasuk infrastruktur jalan dan pertanian.

“Kami berharap agar apa yang telah di usulkan dalam APBD kab/kota dan provinsi bisa terlaksana dengan baik. Olehnya itu, kami sangat memerlukan uluran pemerintah pusat,” ujar Nurdin.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman menjelaskan, jika Indonesia menargetkan diri sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045, dan membutuhkan dukungan setiap provinsi termasuk Sulsel sebagai lumbung pangan nasional saat ini.

Selain itu, Luwu Raya dan Tanah Toraja akan menjadi prioritas pengembangan kakao, lada dan kopi. “Luwu Raya dan Tana Toraja akan diprioritaskan sebagai lokasi pengembangan kakao, lada dan kopi. Di tahun 2045, kita juga target menjadi lumbung pangan dunia,” jelas Amran. (liq)