Walikota Palopo, HM Judas Amir, berfoto dengan guru olahraga dan pemain sepakbola SDN 11 Dangerakko usai penyerahan piala dan uang pembinaan. (ft/humas palopo)
Walikota Palopo, HM Judas Amir, berfoto dengan guru olahraga dan pemain sepakbola SDN 11 Dangerakko usai penyerahan piala dan uang pembinaan. (ft/humas palopo)

PALOPO–Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Dangerakko tampil sebagai juara utama turnamen sepakbola usia 7-12 tahun tingkat SDN se Kota Palopo. SDN 11 Dangerakko menaklukkan SDN 25 Sabbamparu di laga final, Sabtu (11/11) sore lalu, di Stadion Lagaligo Palopo.

Walikota Palopo, HM Judas Amir, menyaksikan langsung laga final SDN 11 Dangerakko Vs SDN 25 Sabbamparu. Hadir juga Kadis Pemuda dan Olahraga Palopo, Nuryadin, Ketua KONI Palopo, Hairul Salim, dan sejumlah pemerhati bola di Kota Palopo.

SDN 11 Dangerakko berhasil memboyong piala bergilir dan piala tetap Walikota Palopo, HM.Judas Amir plus uang pembinaan sebesar Rp3 jut
setelah mengalahkan SDN 25 Sabbamparu lewat drama adu pinalti dengan skor 3-2.

Sementara SDN 25 Sabbangparu harus puas sebagai runer up dan mendapatkan piala tetap Walikota Palopo dan uang pembinaan sebesar Rp2 juta. Untuk juara tiga bersama diraih SDN Mattirowalie dan SDN Andi Patiware masing masing mendapat piala tetap Walikota Palopo dan uang
pembinaan masing-masing sebesar Rp1,5 juta.

Walikota Palopo, HM Judas Amir, menilai, geliat perkembangan sepak bola usia dini di Kota Palopo, kian menunjukkan peningkatan yang berarti. Hal ini sejalan dengan pembinaan terhadap pemain sepak bola usia dini di Kota Palopo, yang dilakukan masing-masing pihak sekolah tingkat SD.

“Saya melihat, bakat anak usia dini di daerah tidak kalah dengan di daerah lainnya, untuk sepakbola. Namun, perlu lebih digiatkan pembinaan
sepakbola dini di Palopo secara berkesinambungan. Selain melatih fisik dan teknik anak didik, guru olahraga juga harus memperhatikan pembinaan mental sehingga menghasilkan pesepakbola handal,” katanya.

Dikatakan Judas Amir, Pemkot Palopo sangat mendukung diadakannya turnamen sepakbola usia dini 7-12 tahun tingkat SD. Sebab, katanya,
pembinaan sepakbola usia dini dan muda harus menjadi perhatian utama para pembina sepakbola di Kota Palopo.

Menurut Judas Amir, jika Palopo ingin berprestasi kedepannya, maka pembina sepakbola di Palopo harus fokus membenahi pembinaan usia dini dan usia muda. “Karena muara pembinaannya sudah disiapkan pemerintah pusat, tinggal kita yang di daerah untuk bersinergi,” katanya.

Untuk itu, Judas Amir mengapresiasi dedikasi dan kerja keras Panpel Turnamen Sepakbola Usia Dini 7-12 tingkat SD se Kota Palopo. “Atas nama Pemerintah Kota Palopo, saya mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada Panpel, yang telah bekerja sepenuh hati, sehingga turnamen ini terselenggara dengan baik dan sukses,” katanya. (tari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

six − four =