PALOPO – Bulan suci Ramadan kini telah tiba. Menjelang datangnya sulan yang dinantikan seluruh umat Muslim ini harus diwarnai dengan beberapa teror bom yang terjadi dibeberapa Kota di Indonesia.

Untuk mengatisipasi aksi teror tersebut, Polres Palopo telah mempersiapkan sedikitnya 155 personil yang disiagakan masjid-masjid. Tercatat ada sekitar 51 masjid yang akan dibackup oleh pengamanan Polres Palopo. Itu sudah termasuk tiga masjid besar, yakni Masjid Agung, Jami Tua dan Islamic Center.

Kapolres Palopo, AKBP Taswin mengatakan tujuan dari pengamanan tersebut tak lain agar seluruh umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah selalu merasa aman, tidak ada rasa takut serta dapat beribadah dengan kusyuk.

“Intinya, seluruh masjid akan kita amankan. Namun ada 51 masjid termasuk tiga masjid besar menjadi prioritas yang diamankan dengan dua personil satu masjid. Sementara tiga masjid besar, seperti Masjid Agung, Jami Tua dan Islamic Center, pola PAM-nya terdiri 15 Polri ditambah lima orang dari Satpol-PP dan empat orang Dishub,” kata AKBP Taswin, Rabu (16/5).

Tak hanya di wilayah perkotaan saja, masih kata Kapolres, tetapi polsek dan jajarannya di masing-masing kecamatan pun melakukan hal yang sama. Kendati penjagaan diperketat, anggota keamanan yang beragama Muslim tetap dipersilahkan menjalankan ibadahnya.

“Anggota telah diploting di masing-masing masjid ditempatkan anggota yang beragama muslim dan non muslim. Sehingga pada saat waktu salat tarawih tiba yang muslim bisa melaksanakan salat tarawih dengan mengenakan seragamnya,” jelasnya.

“Saya rasa selain melaksanakan kewajiban sebagai seorang polisi, anggota juga dapat menjadikan giat pengamanan sebagai ladang pahala. Dan pastinya pelaksanaan pengamanan ini akan dilaksanakan dengan ikhlas hati,” pungkasnya. (liq)