ilustrasi
Topik Populer
#Gempa Palu

KORANSERUYA.COM — Berakhir sudah petualangan AS (43), dukun beranak asal Jalan Dr Ratulangi Kota Palopo. AS yang sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polsek Walenrang, Kabupaten Luwu sejak bulan lalu, dibekuk anggota Polres Palopo, Kamis (3/8) kemarin.

AS jadi buron setelah dilaporkan Esse (34) warga Jalan Andi Djemma Palopo yang jadi korban penipuan dan pencurian oleh tersangka.

BACA JUGA :Realisasi PBB : Mungkajang Tertinggi, Wara Utara Terendah

Sebelumnya AS diakui oleh korban Esse sebagai dukun beranak. Korban meminta kepada AS untuk bersama-sama ke Desa Rante Damai Kecamatan Walenrang guna mengobati salah satu keluarga Esse.

Kejadiannya pada Juli lalu. Setelah terjadi kesepakatan, keduanyapun berangkat dengan menggunakan kendaraan roda empat. Tiba di tempat yang dimaksud, Esse kemudian turun lebih duluan dari mobil. AS yang masih berada di dalam mobil, memanfaatkan situasi untuk menggasak habis harta benda yang berada dalam tas korban yang masih ada dalam mobil.




Korban yang mengetahui harta bendanya raib, segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Polsek Walenrang untuk segera ditindak lanjuti. Esse di hadapan petugas mengakui jika harta benda miliknya yang hilang, seperti uang tunai sebesar Rp36 juta rupiah dan Perhiasan emas 23 karat seberat 62 gram.

Usai memberikan keterangan di kantor Polsek Walenrang, AS dipanggil selaku saksi. Meski telah berulang kali disurati, AS tidak pernah hadir, oleh aparat Polsek Walenrang menerbitkan surat DPO.

BACA JUGA :Asiikkk… Tunjangan Anggota Dewan Naik, Plus Tambahan Dua Tunjangan Baru

“Setelah korban melapor dan telah diambil keteragannya, kami buatkan surat panggilan terhadap saudara AS, namun berulang kali kami lakukan namun tetap saja AS tidak hadir bahkan melarikan diri. Karenanya itu kita terbitkan surat DPOnya,’’ ujar Kapolsek Walenrang, AKP Amos Bijak melalui Kanitres, Aiptu Lamber, Kamis (3/8).

Setelah AS tertangkap, pihak Polres Palopo kemudian menyerahkan tersangka ke Polsek Walenrang untuk proses hukum lebih lanjut karena TKP tindak pidana yang dilakukan AS di Walenrang. (liq/kin)