HM Judas Amir berpelukan dengan Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, di Istana Kedatuan Luwu. (ft/ist)
HM Judas Amir berpelukan dengan Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, di Istana Kedatuan Luwu. (ft/ist)

PALOPO–Calon Walikota Palopo sekaligus petahana pada Pilkada Palopo 2018, HM Judas Amir, saat bersilaturahmi dengan Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau di Istana Kedatuan Luwu, Rabu (9/5/2018) sore lalu, menegaskan bahwa secara pribadi maupun sebagai calon kepala daerah, dirinya tidak bermaksud mendeskreditkan Kedatuan Luwu dan perangkatnya, saat debat kandidat yang diadakan KPU Palopo di Gedung SCC Palopo, Selasa (8/5/2018) lalu.

Pernyataannya yang kini jadi polemik bahwa ‘tidak ada raja’ tersebut, bukan bermaksud untuk mendeskreditkan kerajaan dimana saja di Tanah Air, terutama Kedatuan Luwu dan perangkatnya.

“Masih panjang penjelasan saya, tetapi dibatasi waktu. Namun, saya bersama Pak Rahmat menaruh perhatian serius terhadap pengembangan dan pelestarian kebudayaan di Kota Palopo, jika terpilih memimpin kota bermotto ‘Idaman’ ini, untuk periode 2018/2023, sebagai komitmen memajukan kebudayaan dan adat istiadat di daerah ini,” ujar Judas Amir, saat bertemu dengan Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau Opu To Bau di Istana Kedatuan Luwu, Rabu (9/5/2018) sore lalu.

Saat bertemu Datu Luwu, Judas Amir menyampaikan permohonan maafnya kepada Datu Luwu, termasuk perangkat kedatuan jika pernyataannya yang terpenggal karena dibatasi waktu saat debat tersebut, menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Namun, Judas Amir secara tegas menyatakan,  bahwa pernyataannya tersebut tidak  bermaksud melecehkan ataupun mendeskreditkan Kedatuan Luwu, termasuk Datu Luwu.

Menurut Judas Amir, Datu Luwu dalam bingkai kebudayaan, adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan dari elemen bangsa ini, terkhusus elemen masyarakat Kota Palopo. Datu Luwu sebagai simbol perekat elemen masyarakat di Tana Luwu ini, terkhusus Kota Palopo, sedangkan Kedatuan Luwu adalah kiblat kebaikan, persatuan, sekaligus menjadi sumber adat istiadat di daerah ini.

Judas Amir menegaskan, sebagai kepala daerah di Palopo, dirinya ikut bertanggungjawab menjaga kehormatan Kedatuan Luwu, karena menjadi bagian terpenting dari tugas pemerintah.

Tak hanya itu, bila pasangan JUARA diberi amanah memimpin Kota Palopo ke depan, maka pasangan JUARA memiliki tanggungjawab besar untuk ikut menjaga kehormatan Kedatuan Luwu dan menjaga nilai-nilai budaya dan adat istiadat di daerah ini.

Judas menyatakan, dalam periode pertama pemerintahannya, dirinya membentuk Dinas Kebudayaan di jajaran Pemkot Palopo, sebagai salah satu bentuk keseriusannya sebagai kepala daerah di Kota Palopo untuk ikut menjaga Kedatuan Luwu.

“Dinas Kebudayaan ini adalah jembatan yang selalu ada untuk menjembatani kepentingan Kedatuan Luwu ke Pemkot Palopo, begitupun sebaliknya. Ini bentuk keseriusan Pemkot Palopo, sehingga saya bentuk Dinas Kebudayaan,” kata Judas Amir.

VISI MISI

Judas Amir saat bertemu Datu Luwu, dia memaparkan visi misinya terkait pemajuan kebudayaan dan adat istiadat di daerah ini. Yakni, pasangan JUARA akan konsen memajukan dan melestarikan kebudayaan dan adat istiadat di daerah ini sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 Visi Misi JUARA terkait pemajuan kebudayaan di Kota Palopo

Visi Misi JUARA terkait pemajuan kebudayaan di Kota Palopo

“Sekaitan visi misi JUARA memajukan kebudayaan dan adat istiadat, ada 10 point penting yang kami masukkan dalam visi misi kami. Ini membuktikan bahwa kami serius dan konsen memajukan kebudayaan dan adat istiadat,” ujar Judas Amir.

Judas Amir juga memaparkan 10 point tersebut, sekaitan pemajuan kebudayaan. Yakni, menjamin kebebasan berekrpresi, menjamin pelindungan atas ekspresi budaya, melaksanakan pemajuan budaya, memelihara kebhinekaan, mengelola informasi di bidang kebudayaan, menyediakan sarana dan prasarana kebudayaan, menyediakan sumber pendanaan untuk pemajuan kebudayaan.

Tak hanya itu, JUARA akan membentuk mekanisme pelibatan masyarakat dalam pemajuan kebudayaan, mendorong peran aktif dan inisiatif masyarakat dalam pemajuaan kebudayaan, dan menghidupkan dan menjaga ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan.

Judas Amir juga menjelaskan maksud pemajuan kebudayaan dalam visi misinya, yakni pemajuan kebudayaan bertujuan untuk meangembang nilai-nilai luhur budaya bangsa, memperkaya keberagaman budaya, memperteguh jati diri bangsa, memperteguh persatuan dan kesatuan bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan citra bangsa, mewujudkan masyarakat madani, meningkatkan kesejahteraan rakyat, melestarikan warisan budaya bangsa, dan mempengaruhi arah perkembangan peradaban dunia sehingga kebudayaan menjadi haluan pembangunan nasional. (cbd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

11 − 4 =