Suasana rapat Komisi III dengan Bapenda. (ft/asmar)
Suasana rapat Komisi III dengan Bapenda. (ft/asmar)

Koranseruya.com — Dewan Perwakilan Rayat Daerah (DPRD) Kota Palopo mendukung langkah Badan Pendapatan Daerah untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dibidang usaha Rumah Makan (RM). Bahkan Dewan meminta agar usahanya ditutup saja jika tidak mau ikut aturan.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi yang berlangsung di ruang Komisi III Selasa (14/3) siang.

“Soal pajak 10 persen, Bapenda harus tegas. Kalau perlu ditutup saja. Saya akui, tugas Bapenda tidaklah ringan, tapi harus memang tegakkan aturan yang ada,” tegas anggota Komisi III, Hamka Pasau.

Politisi asal PKB itu mengatakan harusnya para pengusaha khususnya pendatang bisa mengikuti aturan tersebut. Apalagi pajak tersebut bukan ditarik dari pengusaha, melainkan dari konsumen.

“Saya apresiasi Bapenda yang tidak pandang bulu. Yang tidak mau tutup saja, karena konsumen juga tidak pernah mengeluh, apa yang tertulis di nota, pasti mereka bayar,” jelas Hamka.

Hal sama diungkapkan rekan Hamka di Komisi III, Abd Rauf, ia mengatakan bagi pengusaha RM yang tidak mau menerapkan pajak 10 persen harus ada sanksinya.

“Kami sudah keliling daerah, pajak 10 persen juga mereka terapkan. Jadi kalau ada yang tidak mau menerapkan tutup saja,” kata Abd Rauf.

Rauf menambahkan bahwa Bapenda bisa meminta bantuan kepada Satpol PP hingga kejaksaan.

Kepala Bapenda, Abd Waris mengaku dari 52 daftar RM yang sebelumnya menolak membayar pajak 10 persen, kini sebagaian besar mau menerapkan. Itu setelah dilakukan pertemuan dengan asosiasi RM dan pengusaha RM yang ada di Kota Palopo beberapa waktu yang lalu.

“Sebagaian besar mereka sudah mau menerapkan mulai tahun 2017 ini. Seperti RM Serba Nikmat, Cafe Paris dan sebagainya. Soal tunggakan juga, mereka berjanji mau cicil. Yang belum mau itu seperti RM Afni dan Padil yang berada di Purangi dan beberapa lainnya,” kata Waris. (asm)

BACA JUGA :Ini Daftar 52 RM di Palopo tak Taat Pajak, Nomor 4 Bakal Bikin Kamu Geleng-geleng Kepala