Beginilah kondisi poros Balandai Palopo di malam hari karena tidak memadainya sarana PJU di sepanjang jalan Nasional menuju utara Kota Palopo. (ft/ist/tekape.co)
Beginilah kondisi poros Balandai Palopo di malam hari karena tidak memadainya sarana PJU di sepanjang jalan Nasional menuju utara Kota Palopo. (ft/ist/tekape.co)

KORANSERUYA.COM–Keluhan masyarakat Kota Palopo, terutama pengendara bermotor soal belum tersedianya sarana penerang jalan umum (PJU) di sepanjang poros Balandai, sekitar 2 Kilometer sehingga poros Balandai rawan terjadi kecelakaan lalulintas saat malam hari, akhirnya disikapi serius Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo.

Jika disetujui DPRD Kota Palopo, tahun 2018 mendatang, PJU di sepanjang poros Balandai akan dipasang, terutama di media jalan yang telah dibangun jadi poros dua jalur.

Kepala UPTD PJU Kota Palopo, Makmur, mengakui, pihaknya akan mengusulkan anggaran sekitar Rp2 miliar, untuk pengadaan sarana PJU di poros Balandai, yakni sepanjang 2 Kilometer di poros jalur dua, mulai dari median jalan di Salubulo hingga Balandai. “Kita berharap, usulan kita disetujui DPRD Palopo untuk dianggarkan dalam APBD 2018. Kita usulkan anggarannya sekitar Rp2 miliar,” kata Makmur kepada KORAN SeruYA, kemarin.

(BACA JUGA): Pagi-pagi, Pengurus PDIP Temui Judas. Ada Surat Rekomendasi, ini 3 Poin Penting Isinya

Makmur tak menampik, jika poros Balandai yang sudah dibangun jadi dua jalur dan dibanguni median jalan, belum memiliki PJU sehingga gelap saat malam hari. “Memang dibutuhkan PJU di sana, untuk menerangi poros Balandai. PJU akan dibangun di median jalan,” kata Makmur.

Selain poros Balandai, Makmur mengungkapkan, pihaknya juga akan mengusulkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk pengadaan PJU di berbagai titik di poros selatan, yakni seputaran Songka. Sebab, masih ada beberapa titik di kawasan Songka belum memiliki PJU. “Kita juga berharap, usulan anggarannya disetujui DPRD pada pembahasan APBD Pokok 2018,” katanya.

(BACA JUGA): NUSP 2 Terlaksana Baik di 9 Kelurahan, Ini Kata Kepala Bappeda Palopo

Terkait pemeliharaan PJU di berbagai titik dalam Kota Palopo, termasuk masih adanya beberapa permukiman penduduk belum memiliki sarana PJU, UPTD PJU juga akan mengusulkan anggarannya melalui APBD 2018.

Menurut Makmur, untuk pengadaan dan pemeliharaan PJU, pihaknya akan mengusulkan anggaran sebesar Rp200 juta per kecamatan. “Anggaran Rp200 juta per kecamatan ini, direncanakan akan difokuskan untuk pengadaan dan pemeliharaan PJU di wilayah kecamatan. Ini juga sudah termasuk pengadaan PJU untuk permukiman warga di setiap kecamatan. Jadi, pada intinya, kami sebatas mengusulkan anggarannya. Kami berharap, DPRD bisa menggoalkan usulan ini,” ujar Makmur.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Palopo, Dahri Suli, mengakui, jika poros Balandai dan beberapa kawasan permukiman di Kota Palopo membutuhkan PJU. Menurut dia, dalam beberapa kali reses, pihaknya menerima aspirasi dari warga terkait PJU. “Termasuk keluhan masyarakat pengguna jalan di Balandai sudah lama mengeluhkan jalan gelap karena tidak adanya PJU,” kata legislator PKB Kota Palopo ini.

(BACA JUGA): Ini 40 Daftar Pengusaha Menunggak Pajak di Palopo, Nomor 1 Kalian Pasti Tahu

Terkait usulan anggaran pengadaan dan pemeliharaan PJU tersebut, Dahri mengatakan, pihaknya siap membahasnya di DPRD. “Soal besaran nilainya, silakan diusulan. Nanti akan dibahas bersama teman-teman di DPRD, terutama di tingkat Banggar,” ujar Dahri. (tari)