Walikota Palopo, HM Judas Amir, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Palopo, Ilham, menyerahkan klaim asuransi nelayan kepada ahli waris nelayan Kota Palopo yang meninggal dunia. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp160 juta. (ft/ist)
Walikota Palopo, HM Judas Amir, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Palopo, Ilham, menyerahkan klaim asuransi nelayan kepada ahli waris nelayan Kota Palopo yang meninggal dunia. Masing-masing ahli waris menerima santunan sebesar Rp160 juta. (ft/ist)

WALIKOTA Palopo, HM Judas Amir, didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Palopo, Ilham, menyerahkan secara simbolis kartu asuransi nelayan kepada nelayan di wilayah pesisir Kota Palopo, termasuk penyerahan santunan asuransi kepada ahli waris nelayan yang meninggal dunia.

Dalam kegiatan ini, Walikota Palopo juga menyerahkan 1 unit eskapator Komatsu PC 130F bantuan Kementerian Perikanan RI kepada kelompok nelayan pembudidaya di Kota Palopo. Kelompok nelayan pembudidaya yang menerima bantuan eskapator senilai Rp1,3 miliar, yakni Sejati Makmur PonjalaE.

Kepala DKP Palopo, Ilham ditemui KORAN SeruYA usai penyerahan bantuan, menyebutkan, tahun ini, sebanyak 350 kartu asuransi nelayan akan dibagikan kepada nelayan di beberapa kelurahan di Kota Palopo. Sedangkan, tahun 2016 lalu, sebanyak 1.565 kartu nelayan telah dibagikan kepada nelayan yang ada di Kota Palopo. “Untuk tahun 2018, kita belum tau berapa jumlahnya, karena kuotanya ditentukan Pusat,” kata Ilham.

Asuransi nelayan ini, kata Ilham, sebagai proteksi pemerintah terhadap nelayan dan keluarganya. “Untuk nelayan Palopo, sudah ada 4 yang menerima manfaat dari asuransi nelayan ini, dimana 4 nelayan meninggal dunia ahli warisnya mendapatkan santunan kematian sebesar Rp160 juta. Bahkan, untuk saat ini, ada 2 ahli waris nelayan akan menerima santunan kematian sebesar Rp160 juta per ahli waris,” kata Ilham.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perikanan RI memproteksi nelayan dan keluarganya dengan pemberian asuransi nelayan. Ada banyak manfaat dari asuransi nelayan ini dalam bentuk proteksi asuransi. Misalnya, proteksi santunan kecelakaan akibat melakukan penangkapan ikan di antaranya kematian akibat kecelakaan sebesar Rp200 juta, kematian akibat selain kecelakaan maksimal Rp160 juta, catat tetap Rp100 juta, dan biaya pengobatan sebesar Rp20 juta.

Sedangkan untuk santunan kecelakaan akibat selain melakukan aktivitas penangkapan ikan di antaranya kematian akibat kecelakaan sebesar Rp160 juta, kematian akibat selain kecelakaan Rp160 juta, catat tetap Rp100 juta dan biaya pengobatan Rp20 juta.

“Jadi, asuransi nelayan ini sangat bermanfaat bagi nelayan. Alhamdulillah, dalam kurun waktu 2 tahun ini, sudah 1.915 nelayan mendapatkan asuransi nelayan. Kita harapkan, tahun 2018 mendatang, kian bertambah,” ujar Ilham.

Sementara itu, Walikota Palopo, HM Judas Amir, meminta Kepala DKP Kota Palopo dan jajarannya agar mendata seluruh nelayan yang ada di Kota Palopo untuk didaftarkan dan diusulkan kepada pemerintah Pusat, agar mendapatkan asuransi nelayan. Judas menilai, asuransi nelayan ini sangat bermanfaat bagi nelayan dan keluarganya, sebagai bentuk proteksi keluarga nelayan.

“Sudah 1.915 nelayan di Palopo diproteksi asuransi nelayan. Saya berharap, tahun depan, seluruh nelayan sudah diasuransikan,” kata Judas Amir. (tari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eleven + 20 =