PALOPO – Sebanyak 12 kasus demam berdarah (DBD) terjadi di Kota Palopo selama Januari 2019. Kasus tersebut tersebar di empat Kecamatan.

Keempat kecamatan itu adalah Wara Timur, Wara, Bara, dan Mungkajang. Kabid pencegahan, dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan, Juwita Talibe menuturkan, jumlah korban DBD terbanyak terdapat di Kecamatan Wara Timur dengan tujuh kasus.

“Sepanjang Januari, total warga yang terkena DBD sebanyak 12 kasus. Wara dua kasus, Bara dua kasus, Mungkajang satu kasus, dan Wara Timur tujuh kasus,” jelas Juwita Talibe.

Dia menjelaskan, jika dibandingkan tahun lalu di bulan yang sama, kasus DBD di Kota Palopo meningkat. Namun, peningkatan itu tidak signifikan.

“Tahun lalu di bulan Januari ada 8 kasus. Kenaikan itu tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

Olehnya itu, pihaknya telah melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap virus yang dibawa nyamuk aedes aegypti itu. Salah satu langkah yang dianggap ampuh untuk melakukan pencegahan adalah dengan membersihkan tempat penampungan air.

“Kami ingin aksi Jumat bersih lebih ditingkatkan lagi. Sebab cara pencegahan terbaik adalah dengan melakukan bersih-bersih di lingkungan sekitar rumah,” katanya.

Selain itu, langkah lain yang dilakukan adalah dengan cara abatesitasi. Menurutnya foging adalah langkah terakhir yang dapat dilakukan Dinkes.

“Selain biaya yang mahal, foging juga mengandung racun. Langkah terbaik memang membersihkan setiap indukan nyamuk,” imbuhnya.

Dia mengaku telah membuat surat pemberitahuan untuk dikirim ke setiap Puskesmas, sekolah, dan kantor pemerintahan. Isi surat tersebut adalah untuk menjaga kebersihan agar tidak menjadi nyamuk bersarang. (liq)