Nurdas bersama putranya di rumah duka. (ft/echa kartini)
Nurdas bersama putranya di rumah duka. (ft/echa kartini)

KORAN SeruYA–Ajal selalu datang di waktu dan situasi yang tak terduga. Seperti yang dialami Suarni (47), warga Desa Kurrusumanga Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu. Kepergiannya mengantar keluarga yang menikah berujung maut. Mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di Bone, Senin (19/9/2016) lalu. Suarni bersama penumpang lainnya, Samsiah (58) tewas dalam kejadian nahas itu.

Nurdas, suami dari Suarni bahkan masih tidak percaya dengan kepergian istrinya untuk selamanya. Saat bercerita di hadapan wartawan di kediamannya yang masih dalam suasana duka, Nurdas mengaku tidak mempunyai firasat apapun saat ibu dari keenam anaknya itu akan meninggalkan dirinya untuk selamanya.

Hanya saja sebelum berangkat, kata Nurdas, Suarni sempat berpesan agar dirinya menjaga anak bungsunya yang masih SD berumur 6 tahun karena dirinya mau pergi jalan-jalan lihat kampung.

“Ternyata kampung yang dimaksud adalah kampung lain, memang istriku ini orang paling jarang keluar rumah apalagi pergi keluar kampung, ya namanya ajal,” lirih Nurdas.

Nurdas mendengarkan kabar meninggalnya sang istri tercinta saat dia lagi berada di sawah. “Anak saya terima telpon dari Bone lalu datang ke saya sambil berlari katanya mama sudah meninggal lehernya patah,” ujarnya.

Saat itu juga dirinya tertegun antara percaya dengan tidak, Nurdas langsung membayangkan keberangkatan istrinya yang pamit untuk lihat-lihat kampung. Menurutnya, Suarni orang yang sabar semasa hidupnya.

Jenazah Suarni dibawa dengan menggunakan ambulance. Suarni dikebumikan di pemakaman umum Kurrusumanga, Selasa (20/9/2016) kemarin sekira pukul 10.00 Wita. Almarhumah meninggalkan enam anak, tiga putra dan tiga putri.

Korban lainnya yang masih tetangga dengan almarhum Suarni adalah Samsiah (58). Kabar meninggalnya Hamsiah diketahui pihak keluarga melalui telepon. Rasa tidak percaya juga dirasakan keluarga korban karena Hamsia berangkat ke Bone dalam kondisi sehat.
“Setelah dikatakan kalau mobilnya kecelakaan baru kita percaya,” ujar salah satu keluarga korban, Akbar. Samsia sendiri dikebumikan satu lokasi dengan Suarni namun pada jam yang berbeda. Haji Samsia yang masih kerabat dekat dari pengantin yang hendak diantar itu, dikebumikan pada pukul 13.00 Wita.

Kecelakaan yang melibatkan mobil rombongan pengantin asal Belopa, Kabupaten Luwu, menewaskan dua penumpang di Desa Kadai Kecamatan Mare Kabupaten Bone, Senin (19/9/2016) sore. Kedua penumpang tewas itu adalah Samsia dan Suarni.

Hamsia diketahui tewas di tempat kejadian tabrakan Toyota Rush tersebut, sementara Suarni sempat dilarikan ke Puskesmas Mare. Meski sempat mendapat perawatan medis, namun nyawanya tak tertolong.

Jenazah keduanya juga sudah dipulangkan ke Belopa, Kabupaten Luwu. Sementara beberapa penumpang lainnya selamat dalam perawatan jalan yakni Ridho, Intan bin Upullo dan Awaluddin juga telah dipulangkan ke kampung halamannya.

Selain itu, pengendara motor yang ditabrak mobil, Iskandar masih berada di Puskesmas Mare.

Kasat Lantas Polres Bone, AKP Andi Syam seluruh penumpanng Rush sudah dipulangkan ke kampung halamannya, Belopa, Kabupaten Luwu.

Mereka menumpangi mobil rombongan pengantin lainnya, sebanyak tiga unit. Sementara sopir mobil Rush yang terbalik, Ilham, diamankan di Mapolres Bone.

“Hasil pemeriksaan sopir ini menggunakan kecepatan tinggi sehingga dugaan ada kelalaian hingga masih diperiksa lebih lanjut di Mapolres Bone,” ujar AKP Andi Syam ketika dihubungi via ponselnya, tadi malam.

Untuk diketahui mobil yang mengantar rombongan pengantin berjumlah empat unit mobil. Sopir yang menyetir mobil yang ditumpangi kedua korban bernama, Ilham yang juga masih ada hubungan keluarga dengan kedua korban. Saat kecelakaan terjadi, dua mobil yang tetap mengantar pengantin untuk melanjutkan acaranya, sementara satu mobil mengantar para korban yang luka-luka pulang ke Luwu, sementara mobil korban bersama sopirnya masih ditahan di Polres Bone.(echa/wandy)