ilustrasi nikah massal
ilustrasi nikah massal

KORANSERUYA.COM–Program nikah gratis oleh Pemerintah Kabupaten Luwu sudah berjalan dan telah selesai dilaksanakan sidang isbat pasangan suami isteri (pasutri) oleh Pengadilan Agama Kota Palopo, baru-baru ini.

Sebanyak 600 orang atau 300 pasutri yang ikut dalam sidang isbat tersebut secara bertahap. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu telah menjadwalkan penyerahan 300 buku nikah pasutri ini pada 18 desember mendatang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu, H Syaiful Alam, menyebutkan, penyerahan 300 buku nikah ini rencananya akan dirangkai dengan acara Maulid Akbar Rasulullah Muhammad SAW desember nanti.

“Rencananya, 18 Desember, namun kita akan sesuaikan dengan agenda Pak Bupati, bisa saja dilakukan di awal desember. Sebanyak 300 buku nikah akan diserahkan pada maulid akbar nanti,” ujarnya.

Dijelaskan mereka yang telah mengikuti sidang isbat melalui program nikah gratis secara hukum sudah resmi sebagai suami isteri. “Secara hukum mereka sudah resmi menjadi suami isteri, rencananya penyerahan buku nikah ini disertai dengan penyerahan kartu keluarga baru dan akte kelahiran anak-anak mereka,” ujarnya.

Kabag Humas Pemkab Luwu, Ansir Ismu, menambahkan, pada penyerahan buku nikah nanti, para pasutri ini diwajibkan menggunakan jas untuk laki-laki dan mengenakan pakain kebaya atau pakaian pengantin bagi perempuan.

“Rencana kegiatan dilakukan di Lapangan Andi Djemama. Jadi konsepnya Maulid Nabi dirangkai dengan penyerahan buki nikah. Pasutri ini menggunakan pakain layaknya seorang pengantin,” ujarnya.

Kabag Humas menjelaskan, nikah gratis merupakan program dari Bupati Luwu, H Andi Mudzakkar. Tujuan pelaksanaan program ini diantaranya untuk mendapatkan legalitas hukum atas pernikahan dan legalitas hukum anak dari pasutri yang tidak terdaftar di Kemenag.

Di APBD Pokok 2017, program ini sempat terhambat karena DPRD Luwu menolak penggarannya. Dalam APBD Perubahan yang baru saja disahkan, DPRD Menyetujui penggarannya sebesar Rp150 juta dari total anggaran yang diusulkan sebesar Rp500 juta.

“Program bupati 2.000 pasutri yang akan dinikahkan secara gratis, namun karena persoalan anggaran baru 300 pasangan di APBD Perubahan ini, APBD pokok akan kami usulkan sisahnya 1.700 pasang,” kata Ansir. (eca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fourteen − three =