ilustrasi
ilustrasi

KORAN SeruYA–Kapal Tanker Layar Samudera yang sedang berlabuh di Teluk Ambon, Jumat 21 April 2017 lalu, meledak. Sebagian besar pelaut atau Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di kapal ini, berasal dari Kota Palopo dan Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

Bahkan, dari 5 ABK yang mengalami luka bakar serius akibat ledakan kapal terjadi sekitar pukul 17.00 WIT itu, adalah ABK asal Palopo dan Luwu.

Misalnya, 3 ABK asal Palopo yang mengalami luka bakar serius, yakni Hendra, Ruben, dan Darwis. Sedangkan, ABK asal Luwu yang juga mengalami luka bakar, yakni Rahmat (53) dan Ibrahim (29), keduanya adalah masinis kapal.

Dua ABK asal Palopo dan Luwu yang selamat atau tidak mengalami luka bakar, yakni Nursalim dan Sukri.

(BACA JUGA): Usianya Baru 1 Tahun, Bocah Ini Sudah Brewokan

Sukri, ABK asal Luwu domisili Cilallang kepada KORAN SeruYA via ponselnya di Ambon, membenarkan jika 5 pelaut asal Palopo dan Luwu ikut menderita luka bakar, akibat tanker tempat mereka bekerja meledak.

“Teman-teman yang menderita luka bakar masih dirawat di RS Ambon,” kata Sukri via ponselnya kepada KORAN SeruYA, Sabtu 22 April 2017, siang ini.

Dalam ledakan kapal tangker tersebut, 2 ABK tewas. “Dua teman kami tewas, tetapi bukan ABK asal Luwu dan Palopo,” katanya.




(BACA JUGA): BREAKING NEWS : Tulang Yang Ditemukan Diduga Milik Mahasiswa IAIN Palopo yang Hilang Mendaki

Sementara itu, Kapolsek Teluk Ambon, Iptu Megawati Sriyani Marwanaya kepada wartawan mengatakan, saat ini para korban telah dievakuasi dari dalam kapal dan telah dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.
Menurut dia, saat ini polisi belum dapat memastikan jumlah korban yang mengalami luka dalam musibah itu. Sebab polisi bersama tim SAR masih melakukan pemeriksaan di dalam kapal tersebut.

“Untuk sementara tim Basarnas masih mengecek di dalam kapal untuk memastikan apakah ada korban yang belum terselamatkan ataukah tidak,” ujarnya. (eca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 4 =