Tim Satgas Saber Pungli Kabupaten Lutra saat melakukan operasi di daerah Limbong
Topik Populer
#Gempa Palu

KORANSERUYA.COM — Sejak di SK-kan pada Januari 2017 lalu, Tim Saber Pungli Kabupaten Luwu Utara (Lutra) yang diketuai Waka Polres Lutra berhasil mengungkap tiga kasus dugaan pungutan liar (pungli) di wilayah kerjanya.

Dari tiga kasus itu, berkas perkaranya sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lutra. Saat ini, tim tindak Saber Pungli masih membidik pelaku-pelaku lainnya.

“Tahun 2017 ini, ada tiga kasus dugaan pungli yang kita ungkap. Semua sudah tahap satu, sisa menunggu perintah jaksa untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti pada tahap dua,” kata Kasat Reskrim Polres Lutra, AKP Muh Tanding SSos yang juga sebagai Ketua Tim Tindak Saber Pungli, Jumat (11/8).

Diungkapkannya, tiga tersangka dugaan pungli, dua diantaranya tertangkap tangan di TKP, satunya diproses karena ada laporan dari korban.

Dua tersangka yang dibekuk saat OTT adalah petugas Dishub inisial AI. Penangkapan terhadap AI dilakukan di Jalan Tarobo Desa Sassa, Kecamatan Baebunta pada 17 Februari 2017 lalu. “Dia ditangkap pas menarik retribusi di luar ketentuan yang berlaku, BB-nya sekitar Rp245 ribu,” jelasnya.

Selanjutnya, petugas BPN inisial ZA, pria ini juga di OTT pada April lalu. “TKP-nta di kantor BPN, dugaannya pungli pengurusan sertifikat tanah sekitar Rp1,5 juta,” tambah perwira tiga balok ini.

Sedangkan satu tersangka yang ditangkap atas laporan warga adalah pria inisial SB. “SB adalah petugas di kantor BPN, dia diduga pungli pengurusan sertifikat senilai Rp22 juta. Namun, BB yang disita berupa kwitansi,” kata Muh Tanding.

Menurut Kasat Reskrim, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap petugas pelayanan masyarakat di masing masing instansi. Khususnya instansi yang memang rawan aktifitas pungli.

Lanjut nya, Ketua Tim Saber Pungli adalah Waka Polres Lutra Kompol Sukmana, Wakilnya Pabung Lutra, Mayor CBA Sengke, dan Ketua tim tindak adakah Kasat Reskrim AKP Muh Tanding. (tia)