Jenazah ketiga korban yang tewas kesetrum listrik. Mereka tewas akibat kesetrum listrik dalam kondisi berpelukan. (ft/ist)
Jenazah ketiga korban yang tewas kesetrum listrik. Mereka tewas akibat kesetrum listrik dalam kondisi berpelukan. (ft/ist)
Topik Populer
#Gempa Palu

KORANSERUYA.COM–Maut datangnya kapan saja dan tidak mengenal tempat. Begitulah dialami 3 pekerja sumur bos di Dusun Kau, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Senin (13/11) hari ini. Mereka tewas mengenaskan akibat kesetrum listrik saat bekerja menggali sumur bor.

Tiga korban tewas ini disebabkan karena pipa besi yang digunakan untuk melubangi tanah terkena kabel atau jaringan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Akibatnya, ketiga korban langsung meninggal di tempat dalam keadaan berpelukan.

Ketiga korban yang bernasib naas itu, yakni Kamino, umur 41 tahun, pekerjaan tukang Gali sumur, alamat warga Dusun Samimulyo, Kecamatan Tomoni Timur, Daryanto, umur 37 tahun, pekerjaan pedagang sahur, warga Dusun Korombua, Kecamatan Tomoni Timur.

Satu korban lainnya bernama Rahmat, umur 25 tahun, pekerjaan penjual barang campuran, warga Desa Kalaina Kiri, Kecamatan Kalaina.

Saksi mata di lokasi kejadian, Amiruddin alias Amir, warga Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, mengaku menyuruh korban atas nama Kamino untuk membuat sumur bor suntik di halaman rumahnya.

Saat itu, kata saksi, Kamino membawa dua orang rekannya, yakni Daryanto dan Rahmat untuk membantunya membuat sumur bor. “Saya menggaji mereka untuk membuat sumur bor Rp800 ribu,” kata Amir.

Singkat kisah, Kamino bersama dua rekannya mulai menggali sumur bor. Saat itu, sekitar pukul 12.30 Wita, Senin siang, Amir mengaku  melihat tiga korban memakai pipa besi setinggi 12 meter untuk menggali sumur bor tersebut.

Pipa besi itu dinaikkan dari dalam lubang, tepat pipa besi tersebut dinaikan dari dalam lubang yang digali, saat itulah pipa bor tersebut langsung miring dan tersangkut ke kabel listrik. Akibatnya, naas bagi tiga pekerja sumur bor tersebut. Mereka tersengat listrik.

“Ketiga korban langsung terkapar dalam keadaan tubuh sebagian terbakar. Mereka terjatuh ke tanah dalam kondisi luka bakar dan tidak bernyawa. Mereka menemui ajalnya dalam kondisi berpelukan” katanya.

Saksi lain, Sudirman mengaku melihat kejadiaan tragis yang menewaskan tiga pekerja sumur bor tersebut. “Pipa besi yang mereka pakai menggali sumur bor, saat ditarik naik dari dalam lubang, pipa itu mengenai kabel listrik sehingga tiga pekerja itu kesetrum dan tewas,” katanya.

Kapolsek Wotu, AKP Jamal Anshar yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Tiga orang pekerja sumur bor meninggal dunia ditempat akibat kesetrum saat melakukan penggalian sumur bor di Dusun Kau, Kecamatan Wotu,” ujar AKP Jamal. (tari)